Institusi
Dialog Lesehan Warnai Aksi Damai Ribuan Demonstran di Lampung
02 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Dialog Lesehan Warnai Aksi Damai Ribuan Demonstran di Lampung - ABBITV
ABBITV.com, Bandar Lampung – Senin (1/9/2025) Aksi demonstrasi yang digelar ribuan mahasiswa, organisasi masyarakat, dan OKP dalam wadah Aliansi Lampung Menggugat pada Senin (1/9/2025) berlangsung aman, tertib, dan tanpa insiden berarti.
Sebanyak 1.257 personel gabungan dari Polresta Bandar Lampung, Polda Lampung, dan tiga matra TNI diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi.
Selain itu, 432 personel cadangan juga disiagakan, ditambah dukungan Satpol PP dan warga.
Demi menjaga kelancaran lalu lintas, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung memutuskan kegiatan pembelajaran untuk SD dan SMP dilaksanakan secara daring.
Sekitar 4.000 orang massa aksi bergerak konvoi menuju Gedung DPRD Provinsi Lampung dengan pengawalan ketat.
Setibanya di lokasi, sepuluh tuntutan dibacakan, antara lain reformasi di tubuh Polri dan perbaikan kinerja DPR RI.
Meski sempat diterpa isu hoaks kericuhan, aksi ini justru memperlihatkan suasana dialogis.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kapolda Irjen Helmy Santika dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi duduk lesehan bersama perwakilan demonstran.
Peserta aksi bahkan diberikan kesempatan masuk ke gedung DPRD dengan pengawalan aparat.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay memberikan apresiasi kepada semua pihak yang menjaga suasana tetap kondusif.
“Kegiatan unjuk rasa berjalan baik tanpa hambatan.
Ini bukti TNI-Polri solid mengawal keamanan, dan kami berterima kasih kepada mahasiswa, ormas, dan OKP yang melaksanakan demo secara damai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dandim 0410 Letkol Arm Roni Hermawan yang menilai aksi tertib ini menjadi teladan penyampaian aspirasi di Lampung.
“Tidak ada yang terluka, baik peserta aksi maupun aparat.
Ini demo untuk kemajuan Lampung,” katanya.
Setelah seluruh tuntutan disampaikan dan janji tindak lanjut diberikan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib meski diguyur hujan rintik.
← Home
← halaman sebelumnya
Sebanyak 1.257 personel gabungan dari Polresta Bandar Lampung, Polda Lampung, dan tiga matra TNI diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi.
Selain itu, 432 personel cadangan juga disiagakan, ditambah dukungan Satpol PP dan warga.
Demi menjaga kelancaran lalu lintas, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung memutuskan kegiatan pembelajaran untuk SD dan SMP dilaksanakan secara daring.
Sekitar 4.000 orang massa aksi bergerak konvoi menuju Gedung DPRD Provinsi Lampung dengan pengawalan ketat.
Setibanya di lokasi, sepuluh tuntutan dibacakan, antara lain reformasi di tubuh Polri dan perbaikan kinerja DPR RI.
Meski sempat diterpa isu hoaks kericuhan, aksi ini justru memperlihatkan suasana dialogis.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kapolda Irjen Helmy Santika dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi duduk lesehan bersama perwakilan demonstran.
Peserta aksi bahkan diberikan kesempatan masuk ke gedung DPRD dengan pengawalan aparat.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay memberikan apresiasi kepada semua pihak yang menjaga suasana tetap kondusif.
“Kegiatan unjuk rasa berjalan baik tanpa hambatan.
Ini bukti TNI-Polri solid mengawal keamanan, dan kami berterima kasih kepada mahasiswa, ormas, dan OKP yang melaksanakan demo secara damai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dandim 0410 Letkol Arm Roni Hermawan yang menilai aksi tertib ini menjadi teladan penyampaian aspirasi di Lampung.
“Tidak ada yang terluka, baik peserta aksi maupun aparat.
Ini demo untuk kemajuan Lampung,” katanya.
Setelah seluruh tuntutan disampaikan dan janji tindak lanjut diberikan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib meski diguyur hujan rintik.
