Nasional
Dony Oskaria Beberkan Peran Danantara Dorong UMKM Naik Kelas
08 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Dony Oskaria Beberkan Peran Danantara Dorong UMKM Naik Kelas - ABBITV
Jakarta – BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara) mempertegas komitmennya dalam mendukung pelaku UMKM agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
Wakil Menteri BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan strategi utama yang dijalankan mencakup pembiayaan, perluasan pasar, dan pembinaan berkelanjutan.
Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional yang perlu akses lebih luas agar naik kelas.
"PMN itu kurang lebih 15 juta, saya yakin salah satu daripada ibu-ibu yang ada disini merupakan nasabah mungkin dari PMN atau nasabah daripada BRI.
Nah kalau belum menjadi nasabah nanti juga bisa langsung menjadi nasabah, butuh permodalan, butuh support.
Kita ada program KUR, ada program Mekaar yang bisa kita manfaatkan untuk penambahan daripada modal kita," terang Dony dalam acara Pesta Rakyat, di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Di sisi pembiayaan, Danantara memanfaatkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pada 2024 telah disalurkan hingga Rp184,98 triliun melalui BRI.
Selain itu, PNM lewat program Mekaar telah melayani sekitar 15 juta nasabah dengan total penyaluran mencapai Rp337 triliun hingga pertengahan 2025.
Angka ini menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan modal usaha bagi pelaku kecil dan mikro.
Tidak hanya menyediakan pembiayaan, Danantara juga membuka akses pasar yang lebih luas.
Jaringan BUMN seperti hotel, rumah sakit, hingga sektor logistik difasilitasi untuk menjadi mitra UMKM dalam menyalurkan produk mereka.
Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat rantai pasok nasional dengan melibatkan pelaku usaha kecil.
"Kita juga bisa sebagai pembinaan, sekarang kita punya program TJSL yang nanti saya harapkan juga program ini bisa bekerjasama dengan Sampoerna supaya lebih real dan lebih konkret.
Kita punya budget untuk itu yang cukup lumayan besar untuk pembinaan daripada UMKM kita," pungkasnya.
Selain itu, Danantara turut menghadirkan program pembinaan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pelatihan digital, hingga kolaborasi dengan sektor swasta seperti HM Sampoerna.
Upaya tersebut bertujuan memperkuat kapasitas UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga pemasaran berbasis teknologi.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, UMKM diharapkan mampu melompat kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
← Home
← halaman sebelumnya
Wakil Menteri BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan strategi utama yang dijalankan mencakup pembiayaan, perluasan pasar, dan pembinaan berkelanjutan.
Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional yang perlu akses lebih luas agar naik kelas.
"PMN itu kurang lebih 15 juta, saya yakin salah satu daripada ibu-ibu yang ada disini merupakan nasabah mungkin dari PMN atau nasabah daripada BRI.
Nah kalau belum menjadi nasabah nanti juga bisa langsung menjadi nasabah, butuh permodalan, butuh support.
Kita ada program KUR, ada program Mekaar yang bisa kita manfaatkan untuk penambahan daripada modal kita," terang Dony dalam acara Pesta Rakyat, di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Di sisi pembiayaan, Danantara memanfaatkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pada 2024 telah disalurkan hingga Rp184,98 triliun melalui BRI.
Selain itu, PNM lewat program Mekaar telah melayani sekitar 15 juta nasabah dengan total penyaluran mencapai Rp337 triliun hingga pertengahan 2025.
Angka ini menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan modal usaha bagi pelaku kecil dan mikro.
Tidak hanya menyediakan pembiayaan, Danantara juga membuka akses pasar yang lebih luas.
Jaringan BUMN seperti hotel, rumah sakit, hingga sektor logistik difasilitasi untuk menjadi mitra UMKM dalam menyalurkan produk mereka.
Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat rantai pasok nasional dengan melibatkan pelaku usaha kecil.
"Kita juga bisa sebagai pembinaan, sekarang kita punya program TJSL yang nanti saya harapkan juga program ini bisa bekerjasama dengan Sampoerna supaya lebih real dan lebih konkret.
Kita punya budget untuk itu yang cukup lumayan besar untuk pembinaan daripada UMKM kita," pungkasnya.
Selain itu, Danantara turut menghadirkan program pembinaan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pelatihan digital, hingga kolaborasi dengan sektor swasta seperti HM Sampoerna.
Upaya tersebut bertujuan memperkuat kapasitas UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga pemasaran berbasis teknologi.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, UMKM diharapkan mampu melompat kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
