Nasional
Gusti Purbaya Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV Gantikan PB XIII di Keraton Surakarta
07 Nov 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Gusti Purbaya Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV Gantikan PB XIII di Keraton Surakarta - ABBITV
JAKARTA, ABBITV.com — Tongkat kepemimpinan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi beralih setelah wafatnya Pakubuwono XIII pada Minggu (2/11/2025).
Putra bungsu mendiang PB XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, atau yang dikenal sebagai Gusti Purbaya, berikrar naik takhta menjadi raja baru dengan gelar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV.
“Saya, KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun dal 1959, atau tanggal 5 November 2025, naik tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwana XIV,” ujar Gusti Purbaya sesaat sebelum melepas jenazah ayahandanya, Rabu (5/11/2025).
Gusti Purbaya lahir di Surakarta pada 26 September 2002 dari pasangan PB XIII dan permaisuri GKR Pakubuwana (KRAy Pradapaningsih).
Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keraton yang sarat nilai adat Jawa dan spiritualitas.
Sosoknya dikenal pendiam, berwibawa, serta memiliki ketertarikan mendalam terhadap budaya Jawa.
Pada 27 Februari 2022, ia dilantik menjadi putra mahkota dalam upacara Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 SISKS Pakubuwono XIII.
Saat itu, usianya masih 20 tahun dan tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.
Kini, ia tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Politik dan Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Proses pengukuhan Gusti Purbaya sebagai raja dilakukan melalui musyawarah keluarga dan dipimpin oleh Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo atau Gusti Dipo.
“Pengukuhan putra dalem Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi sudah dilakukan dengan musyawarah keluarga,” ujar Gusti Dipo.
Namun, sejumlah pihak di lingkungan keraton menilai pengangkatan Purbaya sebagai putra mahkota tidak sepenuhnya sesuai adat.
PB XIII diketahui memiliki tujuh anak dari tiga kali pernikahan, termasuk Gusti Purbaya dan GRM Suryo Suharto atau KGPH Mangkubumi.
Sejak kecil, Purbaya dikenal mahir memainkan wayang dan memiliki minat tinggi terhadap seni pedalangan.
Nama Gusti Purbaya sempat menjadi sorotan publik pada awal 2025 setelah unggahan story di akun Instagram pribadinya beredar luas di media sosial.
Meskipun unggahan tersebut telah dihapus, tangkapan layarnya sempat diunggah ulang oleh sejumlah akun, salah satunya @helmi_stbd.
“KGPAA Mangkunegoro sebagai putra mahkota Kasunanan Surakarta menyampaikan penyesalan bergabungnya Keraton Surakarta ke dalam Republik Indonesia,” demikian unggahan tersebut, dikutip dari detikJateng, Sabtu (3/1).
Menanggapi hal itu, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, KPA H Dany Nur Adiningrat menjelaskan bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kondisi bangsa.
“Ini dilakukan karena kecintaan kita akan bangsa ini.
Kemarin saya melihat bukan hanya kita juga, ya ada beberapa ungkapan dari kalangan anak muda.
Ungkapan dengan tata cara bahasa komunikasi anak muda,” kata Dany menjelaskan latar belakang unggahan Gusti Purbaya yang berkaitan dengan kasus BBM oplosan.
← Home
← halaman sebelumnya
Putra bungsu mendiang PB XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, atau yang dikenal sebagai Gusti Purbaya, berikrar naik takhta menjadi raja baru dengan gelar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV.
“Saya, KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun dal 1959, atau tanggal 5 November 2025, naik tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwana XIV,” ujar Gusti Purbaya sesaat sebelum melepas jenazah ayahandanya, Rabu (5/11/2025).
Gusti Purbaya lahir di Surakarta pada 26 September 2002 dari pasangan PB XIII dan permaisuri GKR Pakubuwana (KRAy Pradapaningsih).
Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keraton yang sarat nilai adat Jawa dan spiritualitas.
Sosoknya dikenal pendiam, berwibawa, serta memiliki ketertarikan mendalam terhadap budaya Jawa.
Pada 27 Februari 2022, ia dilantik menjadi putra mahkota dalam upacara Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 SISKS Pakubuwono XIII.
Saat itu, usianya masih 20 tahun dan tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.
Kini, ia tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Politik dan Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Proses pengukuhan Gusti Purbaya sebagai raja dilakukan melalui musyawarah keluarga dan dipimpin oleh Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo atau Gusti Dipo.
“Pengukuhan putra dalem Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi sudah dilakukan dengan musyawarah keluarga,” ujar Gusti Dipo.
Namun, sejumlah pihak di lingkungan keraton menilai pengangkatan Purbaya sebagai putra mahkota tidak sepenuhnya sesuai adat.
PB XIII diketahui memiliki tujuh anak dari tiga kali pernikahan, termasuk Gusti Purbaya dan GRM Suryo Suharto atau KGPH Mangkubumi.
Sejak kecil, Purbaya dikenal mahir memainkan wayang dan memiliki minat tinggi terhadap seni pedalangan.
Nama Gusti Purbaya sempat menjadi sorotan publik pada awal 2025 setelah unggahan story di akun Instagram pribadinya beredar luas di media sosial.
Meskipun unggahan tersebut telah dihapus, tangkapan layarnya sempat diunggah ulang oleh sejumlah akun, salah satunya @helmi_stbd.
“KGPAA Mangkunegoro sebagai putra mahkota Kasunanan Surakarta menyampaikan penyesalan bergabungnya Keraton Surakarta ke dalam Republik Indonesia,” demikian unggahan tersebut, dikutip dari detikJateng, Sabtu (3/1).
Menanggapi hal itu, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, KPA H Dany Nur Adiningrat menjelaskan bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kondisi bangsa.
“Ini dilakukan karena kecintaan kita akan bangsa ini.
Kemarin saya melihat bukan hanya kita juga, ya ada beberapa ungkapan dari kalangan anak muda.
Ungkapan dengan tata cara bahasa komunikasi anak muda,” kata Dany menjelaskan latar belakang unggahan Gusti Purbaya yang berkaitan dengan kasus BBM oplosan.
