Lintas Berita

Mahasiswi UI yang Coret Serban Polwan Menyesal dan Minta Maaf


Admin - ABBITV.com

07 Mar 2026 07:00 WIB

Mahasiswi UI yang Coret Serban Polwan Menyesal dan Minta Maaf
Dokumentasi: Mahasiswi UI yang Coret Serban Polwan Menyesal dan Minta Maaf - ABBITV

Jakarta, ABBITV.com - Mahasiswi yang mencoret-coret serban polwan saat amankan demo BEM UI di Mabes Polri Februari lalu akui perbuatannya salah dan meminta maaf kepada anggota Polwan tersebut.

Tindakan itu diakuinya jauh dari nilai-nilai etika dan moral yang seharusnya dijunjung oleh mahasiswa.

Pihak Unversitas Indonesia (UI) pun menanggapi kejadian ini. Pihak kampus menyayangkan ada mahasiswi yang melakukan aksi tersebut.

"UI menyayangkan adanya sejumlah kejadian di luar rencana di lapangan. Dari video yang beredar pada 28 Februari 2026, ditemukan oknum yang bukan mahasiswa UI tetapi mengenakan atribut almamater UI dan bersikap tidak pantas terhadap aparat kepolisian. Selain itu, terdapat tindakan mencorat-coret pakaian yang dikenakan polisi wanita (polwan) oleh seorang mahasiswa saat berlangsungnya aksi," kata UI dalam keterangannya, dikutip dari detik, Kamis (5/3/2026).

Pihak kampus telah melakukan klarifikasi internal dan memanggil yang bersangkutan. Pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.

"Atas peristiwa tersebut, pihak kampus melakukan klarifikasi internal secara menyeluruh dengan memanggil pihak-pihak yang terlibat untuk memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Proses ini dilakukan secara objektif dan mengedepankan asas pembinaan, guna memastikan fakta yang sebenarnya serta menentukan langkah tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas Indonesia.

Berdasarkan klarifikasi tersebut, diketahui mahasiswi itu berinisial MRM. MRM mengakui kesalahannya. Mahasiswi itu juga menyampaikan permintaan maafnya.

"Saya dengan penuh kesadaran menyampaikan permohonan maaf kepada T, polisi wanita selaku aparat Kepolisian Republik Indonesia yang terdampak atas tindakan saya pada saat aksi berlangsung. Saya menyadari bahwa perbuatan tersebut tidak tepat dan tidak sejalan dengan nilai-nilai etika serta sikap saling menghormati yang seharusnya dijunjung tinggi oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI)," ujar MRM.

MRM mengatakan kejadian ini menjadi pembelajaran untuk dirinya. Dia mengaku menyesal atas tindakan tersebut.

"Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi saya untuk lebih bijak dalam bersikap dan mengekspresikan pendapat di ruang publik. Saya menyampaikan penyesalan yang tulus serta berkomitmen untuk mengikuti proses pembinaan yang ditetapkan oleh Universitas Indonesia dengan penuh tanggung jawab," lanjut MRM.

← Home ← halaman sebelumnya