Nasional

Perampingan BUMN, Presiden Prabowo akan Bubarkan 700 BUMN agar Hemat 100 Triliun


Admin - ABBITV.com

07 Sep 2026 13:43 WIB

Perampingan BUMN, Presiden Prabowo akan Bubarkan 700 BUMN agar Hemat 100 Triliun
Dokumentasi: Perampingan BUMN, Presiden Prabowo akan Bubarkan 700 BUMN agar Hemat 100 Triliun - ABBITV

Bogor, ABBITV.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (04/09/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis pemerintah, termasuk percepatan hilirisasi sumber daya alam dan penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.

Selain membahas hilirisasi, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN.

Dalam laporan tersebut disebutkan sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Langkah tersebut diklaim telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp50 triliun.

Proses konsolidasi BUMN akan terus dilanjutkan. Pemerintah menargetkan sedikitnya 700 BUMN lainnya ditutup hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara.

Melalui restrukturisasi tersebut, efisiensi anggaran diproyeksikan dapat mencapai Rp100 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Restrukturisasi diarahkan untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, dan profesional serta mampu memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” kata Teddy.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

✍️ Admin
← Home ← halaman sebelumnya