Internasional
Ratu Sirikit, Ibunda Raja Thailand Wafat di Usia 93 Tahun, Kerajaan Tetapkan Masa Berkabung Nasional
26 Oct 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Ratu Sirikit, Ibunda Raja Thailand Wafat di Usia 93 Tahun, Kerajaan Tetapkan Masa Berkabung Nasional - ABBITV
Bangkok, ABBITV.com – Duka mendalam menyelimuti Kerajaan Thailand setelah Ibu Suri, Ratu Sirikit, ibunda Raja Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia pada usia 93 tahun pada Jumat (24/10) malam waktu setempat.
Raja Vajiralongkorn menetapkan masa berkabung nasional selama satu tahun untuk menghormati kepergian sang ibunda.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Ratu Sirikit, yang merupakan istri dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, wafat di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn setelah menjalani perawatan intensif.
Sejak tahun 2019, beliau diketahui menderita beberapa penyakit yang memerlukan pengawasan medis berkelanjutan, termasuk infeksi darah yang kembali kambuh pada bulan Oktober ini.
“Kondisi Yang Mulia memburuk hingga Jumat (24/10) dan beliau meninggal dunia ...
di Rumah Sakit Chulalongkorn pada usia 93 tahun,” demikian pernyataan resmi Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, seperti dikutip dari The Nation dan AFP pada Sabtu (25/10/2025).
Raja Vajiralongkorn memerintahkan agar upacara pemakaman dilaksanakan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan.
Jenazah Ratu Sirikit akan disemayamkan di Aula Singgasana Dusit Maha Prasat di dalam Grand Palace, Bangkok.
Selain itu, seluruh anggota keluarga kerajaan dan pejabat istana diwajibkan menjalani masa berkabung selama satu tahun terhitung sejak tanggal wafatnya sang ratu.
Sejak Sabtu (25/10) pagi, seluruh stasiun televisi di Thailand menampilkan penyiar berita mengenakan pakaian hitam sebagai bentuk penghormatan publik.
Selama 66 tahun mendampingi Raja Bhumibol, Ratu Sirikit dikenal luas sebagai sosok elegan, penuh kasih, dan berpengaruh.
Ia kerap disorot media internasional karena gaya busananya yang menawan dan kepeduliannya terhadap rakyat, bahkan sempat dijuluki “Jackie Kennedy dari Asia”.
Ratu Sirikit mendampingi Raja Bhumibol sejak awal masa pemerintahannya pada tahun 1946 hingga wafatnya sang raja pada 2016 di usia 88 tahun.
Setelah itu, beliau mulai jarang muncul di hadapan publik karena kondisi kesehatan yang menurun.
Di Thailand, Ratu Sirikit dikenal sebagai “Ibu Bangsa” dan hari ulang tahunnya ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional.
Mantan diplomat sekaligus akademisi Thailand, Pavin Chachavalpongun, menilai wafatnya Ratu Sirikit menjadi momen bersejarah bagi monarki dan rakyat Thailand.
“Kepergian Ratu Sirikit menandai peristiwa yang sangat penting bagi Keluarga Kerajaan Thailand dan seluruh bangsa, mengingat popularitasnya yang luar biasa dan hubungan mendalam dengan mendiang raja yang tetap sangat dihormati,” ujarnya.
← Home
← halaman sebelumnya
Raja Vajiralongkorn menetapkan masa berkabung nasional selama satu tahun untuk menghormati kepergian sang ibunda.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Ratu Sirikit, yang merupakan istri dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, wafat di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn setelah menjalani perawatan intensif.
Sejak tahun 2019, beliau diketahui menderita beberapa penyakit yang memerlukan pengawasan medis berkelanjutan, termasuk infeksi darah yang kembali kambuh pada bulan Oktober ini.
“Kondisi Yang Mulia memburuk hingga Jumat (24/10) dan beliau meninggal dunia ...
di Rumah Sakit Chulalongkorn pada usia 93 tahun,” demikian pernyataan resmi Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, seperti dikutip dari The Nation dan AFP pada Sabtu (25/10/2025).
Raja Vajiralongkorn memerintahkan agar upacara pemakaman dilaksanakan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan.
Jenazah Ratu Sirikit akan disemayamkan di Aula Singgasana Dusit Maha Prasat di dalam Grand Palace, Bangkok.
Selain itu, seluruh anggota keluarga kerajaan dan pejabat istana diwajibkan menjalani masa berkabung selama satu tahun terhitung sejak tanggal wafatnya sang ratu.
Sejak Sabtu (25/10) pagi, seluruh stasiun televisi di Thailand menampilkan penyiar berita mengenakan pakaian hitam sebagai bentuk penghormatan publik.
Selama 66 tahun mendampingi Raja Bhumibol, Ratu Sirikit dikenal luas sebagai sosok elegan, penuh kasih, dan berpengaruh.
Ia kerap disorot media internasional karena gaya busananya yang menawan dan kepeduliannya terhadap rakyat, bahkan sempat dijuluki “Jackie Kennedy dari Asia”.
Ratu Sirikit mendampingi Raja Bhumibol sejak awal masa pemerintahannya pada tahun 1946 hingga wafatnya sang raja pada 2016 di usia 88 tahun.
Setelah itu, beliau mulai jarang muncul di hadapan publik karena kondisi kesehatan yang menurun.
Di Thailand, Ratu Sirikit dikenal sebagai “Ibu Bangsa” dan hari ulang tahunnya ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional.
Mantan diplomat sekaligus akademisi Thailand, Pavin Chachavalpongun, menilai wafatnya Ratu Sirikit menjadi momen bersejarah bagi monarki dan rakyat Thailand.
“Kepergian Ratu Sirikit menandai peristiwa yang sangat penting bagi Keluarga Kerajaan Thailand dan seluruh bangsa, mengingat popularitasnya yang luar biasa dan hubungan mendalam dengan mendiang raja yang tetap sangat dihormati,” ujarnya.
