Kata Warga
Sampah Menumpuk di Gunung Gede Pangrango Usai Libur Panjang
16 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Sampah Menumpuk di Gunung Gede Pangrango Usai Libur Panjang - ABBITV
Cianjur – Kondisi Gunung Gede Pangrango kembali disorot setelah libur panjang pekan lalu.
Tumpukan sampah plastik bekas makanan dan minuman terlihat berserakan di jalur pendakian hingga kawasan Alun-Alun Suryakencana.
Padahal pihak pengelola telah memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan di beberapa titik.
Seorang pendaki, Fahlevi, mengaku prihatin dengan pemandangan tersebut.
“Banyak sekali sampah, baik di jalur pendakian ataupun di puncak.
Dibuang begitu saja oleh oknum pendakinya,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi ini kerap terjadi setiap kali kunjungan pendaki meningkat pada masa libur panjang.
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Deni, mengatakan pihaknya masih memantau kondisi di lapangan.
“Masih dicek oleh petugas.
Seberapa banyak dan di titik mana saja sampah tersebut menumpuk,” jelas Agus, Kamis (11/9/2025).
Agus menegaskan bahwa perilaku pendaki yang membuang sampah sembarangan tidak bisa dibenarkan.
“Tentu itu sangat tidak dibenarkan.
Kami sudah imbau untuk dibawa kembali sampah bekas makanannya.
Tapi ada saja pendaki yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihak TNGGP berencana menggelar kegiatan bersih-bersih dengan melibatkan relawan, komunitas pecinta alam, dan instansi terkait.
Agus juga mengimbau pendaki lebih disiplin menjaga lingkungan.
“Kami minta semua pihak peduli.
Lingkungan ini milik bersama, jadi tolong jangan meninggalkan sampah di gunung,” tutupnya.
← Home
← halaman sebelumnya
Tumpukan sampah plastik bekas makanan dan minuman terlihat berserakan di jalur pendakian hingga kawasan Alun-Alun Suryakencana.
Padahal pihak pengelola telah memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan di beberapa titik.
Seorang pendaki, Fahlevi, mengaku prihatin dengan pemandangan tersebut.
“Banyak sekali sampah, baik di jalur pendakian ataupun di puncak.
Dibuang begitu saja oleh oknum pendakinya,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi ini kerap terjadi setiap kali kunjungan pendaki meningkat pada masa libur panjang.
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Deni, mengatakan pihaknya masih memantau kondisi di lapangan.
“Masih dicek oleh petugas.
Seberapa banyak dan di titik mana saja sampah tersebut menumpuk,” jelas Agus, Kamis (11/9/2025).
Agus menegaskan bahwa perilaku pendaki yang membuang sampah sembarangan tidak bisa dibenarkan.
“Tentu itu sangat tidak dibenarkan.
Kami sudah imbau untuk dibawa kembali sampah bekas makanannya.
Tapi ada saja pendaki yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihak TNGGP berencana menggelar kegiatan bersih-bersih dengan melibatkan relawan, komunitas pecinta alam, dan instansi terkait.
Agus juga mengimbau pendaki lebih disiplin menjaga lingkungan.
“Kami minta semua pihak peduli.
Lingkungan ini milik bersama, jadi tolong jangan meninggalkan sampah di gunung,” tutupnya.
