Internasional
Sejumlah Negara Muslim Termasuk Indonesia Kecam RUU Aneksasi Tepi Barat oleh Israel
24 Oct 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Sejumlah Negara Muslim Termasuk Indonesia Kecam RUU Aneksasi Tepi Barat oleh Israel - ABBITV
Riyadh – Arab Saudi bersama sejumlah negara Arab dan Muslim, termasuk Indonesia, mengecam keras dua rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat.
Pernyataan bersama itu dirilis pada Jumat (24/10/2025) setelah anggota parlemen Israel, Knesset, memutuskan untuk mempertimbangkan dua RUU yang dinilai sebagai langkah aneksasi terhadap wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967.
“Arab Saudi, Yordania, Indonesia, Pakistan, Turki, Djibouti, Oman, Gambia, Palestina, Qatar, Kuwait, Libya, Malaysia, Nigeria, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras pengesahan rancangan undang-undang ini oleh Knesset Israel,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dikutip dari Saudi Press Agency (SPA).
Negara-negara tersebut menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Kecaman ini muncul setelah Knesset pada Rabu (22/10) memberikan suara untuk mempertimbangkan dua RUU yang secara efektif akan mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat.
Langkah tersebut bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance ke Israel pada Rabu (22/10) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio pada Kamis (23/10).
Dalam tanggapannya, Vance menilai langkah parlemen Tel Aviv itu sebagai “political stunt” atau aksi politik yang tidak pantas.
“Jika itu adalah political stunt, maka itu aksi yang bodoh, dan saya pribadi merasa sedikit terhina karena itu,” ujar Vance menanggapi keputusan Knesset.
Menlu AS Marco Rubio juga menyampaikan kritik keras dengan menyebut langkah tersebut berpotensi mengancam kesepakatan damai Gaza yang dimediasi AS bersama Mesir dan Qatar.
Kesepakatan itu merupakan bagian dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Gaza.
“Jelas saya pikir presiden (Trump-red) telah menjelaskan dengan jelas bahwa itu bukanlah sesuatu yang dapat kami dukung saat ini, dan kami pikir itu berpotensi mengancam kesepakatan damai,” kata Rubio.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dalam wawancaranya dengan majalah TIME pada 15 Oktober lalu, yang diterbitkan Kamis (23/10), memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan dukungan Amerika jika terus melanjutkan upaya pencaplokan Tepi Barat.
“Itu tidak akan terjadi karena saya sudah berjanji kepada negara-negara Arab...
Israel akan kehilangan semua dukungan Amerika Serikat jika hal itu terjadi,” tegas Trump dalam wawancara tersebut.
← Home
← halaman sebelumnya
Pernyataan bersama itu dirilis pada Jumat (24/10/2025) setelah anggota parlemen Israel, Knesset, memutuskan untuk mempertimbangkan dua RUU yang dinilai sebagai langkah aneksasi terhadap wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967.
“Arab Saudi, Yordania, Indonesia, Pakistan, Turki, Djibouti, Oman, Gambia, Palestina, Qatar, Kuwait, Libya, Malaysia, Nigeria, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras pengesahan rancangan undang-undang ini oleh Knesset Israel,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dikutip dari Saudi Press Agency (SPA).
Negara-negara tersebut menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Kecaman ini muncul setelah Knesset pada Rabu (22/10) memberikan suara untuk mempertimbangkan dua RUU yang secara efektif akan mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat.
Langkah tersebut bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance ke Israel pada Rabu (22/10) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio pada Kamis (23/10).
Dalam tanggapannya, Vance menilai langkah parlemen Tel Aviv itu sebagai “political stunt” atau aksi politik yang tidak pantas.
“Jika itu adalah political stunt, maka itu aksi yang bodoh, dan saya pribadi merasa sedikit terhina karena itu,” ujar Vance menanggapi keputusan Knesset.
Menlu AS Marco Rubio juga menyampaikan kritik keras dengan menyebut langkah tersebut berpotensi mengancam kesepakatan damai Gaza yang dimediasi AS bersama Mesir dan Qatar.
Kesepakatan itu merupakan bagian dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Gaza.
“Jelas saya pikir presiden (Trump-red) telah menjelaskan dengan jelas bahwa itu bukanlah sesuatu yang dapat kami dukung saat ini, dan kami pikir itu berpotensi mengancam kesepakatan damai,” kata Rubio.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dalam wawancaranya dengan majalah TIME pada 15 Oktober lalu, yang diterbitkan Kamis (23/10), memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan dukungan Amerika jika terus melanjutkan upaya pencaplokan Tepi Barat.
“Itu tidak akan terjadi karena saya sudah berjanji kepada negara-negara Arab...
Israel akan kehilangan semua dukungan Amerika Serikat jika hal itu terjadi,” tegas Trump dalam wawancara tersebut.
