Politik
Sembilan Organisasi Pemuda Lintas Iman Sampaikan Pernyataan Sikap atas Situasi Nasional pada Minggu
01 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Sembilan Organisasi Pemuda Lintas Iman Sampaikan Pernyataan Sikap atas Situasi Nasional pada Minggu - ABBITV
Jakarta, ABBITV.com - (31/08/2025) Sembilan organisasi pemuda lintas iman menyampaikan pernyataan sikap terkait perkembangan situasi nasional di tengah maraknya aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah.Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu (31 Agustus 2025) di Jakarta, mereka mengungkapkan simpati dan duka mendalam kepada seluruh korban aksi demonstrasi, baik yang mengalami luka-luka maupun yang meninggal dunia.Organisasi pemuda lintas iman ini mendesak Pemerintah dan DPR agar mendengarkan tuntutan rakyat serta mengevaluasi kebijakan dan program yang dinilai merugikan serta membebani masyarakat.
Mereka juga menuntut pimpinan partai politik segera memberhentikan anggota DPR maupun pengurus partai yang mengeluarkan pernyataan provokatif dan melukai hati rakyat, serta menginstruksikan seluruh kader partai untuk menjaga ucapan dan lebih berempati terhadap persoalan rakyat.
Selain itu, mereka mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi melakukan tindakan anarkis seperti perusakan, pembakaran, dan penjarahan.“Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain, menolak demo anarkis, dan tidak terpengaruh dengan penggiringan isu yang menyinggung suku, agama, etnis, dan golongan (SARA) untuk mencegah terulangnya peristiwa kerusuhan 98,” kata mereka.Mereka juga meminta Polri dan TNI menjaga keamanan secara terukur, tidak represif terhadap massa aksi damai, serta menindak tegas pelaku aksi anarkis yang memicu huru-hara, perusakan, pembakaran, maupun penjarahan.Dalam sikapnya, organisasi pemuda lintas iman juga menginstruksikan kepada seluruh kader untuk turun bersama masyarakat menjaga fasilitas umum, membangun ruang dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen masyarakat lain, dan ikut membantu meringankan kesulitan warga di daerah masing-masing.Pernyataan ini ditandatangani oleh sejumlah pimpinan organisasi, yakni Dzulfikar Ahmad Tawalla (Ketum PP Pemuda Muhammadiyah), Addin Jauharuddin (Ketum GP Ansor), Stefanus Gusma (Ketum PP Pemuda Katolik), Sahat Martin Philip Sinurat (Ketum DPP GAMKI), Kris Tan (Ketum Pemuda Konghucu), Putu Yoga Saputra (Ketum Pemuda Peradah), Wiryawan (Waketum Pemuda Gemabudhi), Masri Ikoni (Ketum Pemuda GPII), serta Ahmad Nawawi (Ketum Pemuda Mathla’ul Anwar).
← Home
← halaman sebelumnya
Mereka juga menuntut pimpinan partai politik segera memberhentikan anggota DPR maupun pengurus partai yang mengeluarkan pernyataan provokatif dan melukai hati rakyat, serta menginstruksikan seluruh kader partai untuk menjaga ucapan dan lebih berempati terhadap persoalan rakyat.
Selain itu, mereka mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi melakukan tindakan anarkis seperti perusakan, pembakaran, dan penjarahan.“Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain, menolak demo anarkis, dan tidak terpengaruh dengan penggiringan isu yang menyinggung suku, agama, etnis, dan golongan (SARA) untuk mencegah terulangnya peristiwa kerusuhan 98,” kata mereka.Mereka juga meminta Polri dan TNI menjaga keamanan secara terukur, tidak represif terhadap massa aksi damai, serta menindak tegas pelaku aksi anarkis yang memicu huru-hara, perusakan, pembakaran, maupun penjarahan.Dalam sikapnya, organisasi pemuda lintas iman juga menginstruksikan kepada seluruh kader untuk turun bersama masyarakat menjaga fasilitas umum, membangun ruang dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen masyarakat lain, dan ikut membantu meringankan kesulitan warga di daerah masing-masing.Pernyataan ini ditandatangani oleh sejumlah pimpinan organisasi, yakni Dzulfikar Ahmad Tawalla (Ketum PP Pemuda Muhammadiyah), Addin Jauharuddin (Ketum GP Ansor), Stefanus Gusma (Ketum PP Pemuda Katolik), Sahat Martin Philip Sinurat (Ketum DPP GAMKI), Kris Tan (Ketum Pemuda Konghucu), Putu Yoga Saputra (Ketum Pemuda Peradah), Wiryawan (Waketum Pemuda Gemabudhi), Masri Ikoni (Ketum Pemuda GPII), serta Ahmad Nawawi (Ketum Pemuda Mathla’ul Anwar).
