Lintas Berita

Silaturahmi Ramadhan, Kapolri Buka Puasa Bersama di Polda Jabar


Fachur Rozie - ABBITV.com

06 Mar 2026 07:00 WIB

Silaturahmi Ramadhan, Kapolri Buka Puasa Bersama di Polda Jabar
Dokumentasi: Silaturahmi Ramadhan, Kapolri Buka Puasa Bersama di Polda Jabar - ABBITV

Bandung, ABBITV.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan buka puasa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta masyarakat Jawa Barat di Mapolda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat mulai dari tokoh agama, komunitas, mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online.

Acara yang dikutip dari detik.com itu juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Kajati Jawa Barat Hermon Dekristo, serta KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq).

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan persatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi dinamika global, termasuk dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi dunia.

“Terima kasih bahwa acara ini merupakan bentuk bagaimana masyarakat Jawa Barat bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Situasi global yang kita hadapi saat ini membutuhkan kebersamaan karena itu menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” ujar Listyo Sigit.

Ia menegaskan bahwa soliditas antar elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dapat terus berjalan di tengah tekanan global.

“Apapun yang kita hadapi, Indonesia harus tetap bisa menjalankan program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. Semua itu bisa tercapai apabila kita bersatu,” tambahnya.

Kapolri juga menyampaikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus berupaya melalui jalur diplomasi internasional untuk mendorong perdamaian dunia, khususnya meredam konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi global.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan program strategis nasional seperti ketahanan pangan dan energi sebagai langkah menghadapi dampak ketidakstabilan global.

“Pemerintah terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak untuk menghadapi situasi ini. Program ketahanan pangan dan energi harus terus kita kawal bersama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Barat atas berbagai program kemanusiaan, salah satunya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, program Rutilahu Polda Jawa Barat mencakup 168 unit rumah di 23 wilayah, dengan 67 unit telah selesai dan 101 unit masih dalam tahap pembangunan.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Kapolda, dan Pak Pangdam yang telah bersinergi. Program Rutilahu ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni,” ujarnya.

Kapolri juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan Polri yang responsif terhadap aspirasi masyarakat agar institusi kepolisian semakin profesional dan presisi dalam menjalankan tugasnya.

“Polri harus terus mendengar aspirasi masyarakat agar bisa bekerja sesuai harapan publik, khususnya di Jawa Barat,” pungkasnya.


Pembahasan

Kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam memperkuat konsolidasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Di tengah situasi global yang tidak stabil, pesan tentang persatuan menjadi fokus utama yang disampaikan Kapolri.

Isu geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada ekonomi global, seperti fluktuasi harga energi dan pangan, menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, penguatan ketahanan nasional melalui program pangan dan energi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Selain aspek keamanan, kegiatan ini juga menunjukkan peran sosial Polri melalui program Rutilahu yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat kurang mampu. Pendekatan humanis seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam satu forum, kegiatan ini mencerminkan upaya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah, aparat, dan warga dalam menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

✍️ FRozie
← Home ← halaman sebelumnya