Lintas Berita

Viral Mahasiswa Bentak Polisi, PNJ Minta Maaf


Fachur Rozie - ABBITV.com

02 Mar 2026 07:00 WIB

Viral Mahasiswa Bentak Polisi, PNJ Minta Maaf
Dokumentasi: Viral Mahasiswa Bentak Polisi, PNJ Minta Maaf - ABBITV

Jakarta, ABBITV.com - Sosok mahasiswa yang viral di media sosial setelah terlihat menghardik aparat kepolisian saat aksi demonstrasi di depan Mabes Polri, Jumat (27/2/2026), dipastikan bukan berasal dari Universitas Indonesia (UI), melainkan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PNJ, Nurul Intan Pratiwi. Dalam surat edaran yang diterima Liputan6.com pada Senin (2/3/2026), Nurul membenarkan bahwa individu yang terekam dalam video viral tersebut merupakan mahasiswa PNJ. Namun, ia menegaskan mahasiswa tersebut hadir dalam aksi secara pribadi dan tidak tergabung dalam rombongan resmi kampus.

“Berdasarkan hasil penelusuran internal, individu yang terekam dalam video tersebut tidak terdaftar dalam rombongan aksi yang dikoordinasikan oleh organisasi mahasiswa PNJ dan diketahui hadir secara personal di luar koordinasi resmi,” tulis Nurul dalam keterangannya.

PNJ juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan mahasiswanya yang menuai perhatian publik. Menurut Nurul, kampus tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dan menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai aturan yang berlaku.

“PNJ meminta maaf atas peristiwa tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kampus menilai setiap mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika, nilai akademik, dan profesionalisme, terutama saat berada di ruang publik. Karena itu, PNJ telah melakukan proses identifikasi serta pemanggilan terhadap mahasiswa yang bersangkutan untuk menjalani pembinaan internal.

“PNJ akan menindaklanjuti secara internal melalui mekanisme yang berlaku sesuai Peraturan Tata Tertib dan Kode Etik Mahasiswa. Proses ini merupakan bagian dari pembinaan karakter dan penegakan disiplin di lingkungan kampus,” lanjutnya.

Nurul menambahkan, pihak kampus selama ini terus mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap, keselamatan, dan nama baik institusi dalam setiap aktivitas, termasuk ketika mengikuti aksi demonstrasi atau kegiatan publik lainnya.

“Dalam berbagai kesempatan, pihak kampus senantiasa mengingatkan mahasiswa agar dalam setiap aktivitas di ruang publik tetap menjaga etika, keselamatan, serta nama baik institusi,” jelasnya.

Sebelumnya, video seorang mahasiswa yang terlibat adu argumen dengan aparat kepolisian saat aksi demonstrasi di depan Mabes Polri viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut memicu beragam respons dari masyarakat dan sempat memunculkan spekulasi mengenai identitas kampus mahasiswa tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik terkait pentingnya etika dalam menyampaikan aspirasi di ruang demokrasi. Demonstrasi memang merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang, namun penyampaiannya diharapkan tetap dilakukan secara santun dan tidak memicu konflik di lapangan.

Di sisi lain, kampus juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter mahasiswa agar mampu menyampaikan kritik secara konstruktif, cerdas, dan bertanggung jawab. Pembinaan terhadap mahasiswa menjadi bagian dari upaya menjaga marwah institusi pendidikan sekaligus mendukung iklim demokrasi yang sehat.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa kebebasan berpendapat harus diiringi dengan etika serta tanggung jawab sosial, baik bagi peserta aksi maupun seluruh pihak yang terlibat dalam ruang publik.

✍️ FRozie
← Home ← halaman sebelumnya