15 Ribu Manajer KDMP Belum Jelas, Agrinas: Ini Bentuk Sabotase Struktural
16 Sep 2026 16:15 WIB
Jakarta, ABBITV.com - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menghadapi persoalan serius. PT Agrinas Pangan Nusantara menduga lambannya proses penempatan ribuan manajer koperasi bukan sekadar persoalan birokrasi, melainkan berpotensi menjadi “sabotase struktural” terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Dugaan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, pada Selasa (15/9/2026), sebagaimana dilansir Detik Finance.
Menurut Joao, pihaknya siap menyerap dan menempatkan sekitar 13.000 hingga 15.000 manajer KDMP, namun proses tersebut masih terkendala penyerahan data dan penempatan oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Saat ini, proses penempatan para manajer tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi (Kemenkop) serta Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Joao mempertanyakan alasan proses penyerahan data manajer yang dinilainya belum juga diselesaikan. Ia bahkan menyatakan Agrinas siap menerima nama dan kontak para calon manajer untuk kemudian ditindaklanjuti secara langsung tanpa membebani proses dengan biaya tambahan.
“Ini kan manajer-manajer ini juga menjadi, akhirnya kan menjadi rame gitu. Apa sih susahnya gitu? Apa kendalanya gitu?” ujar Joao melalui unggahan Instagram resminya @bung.joaomota, Selasa (15/9/2026).
Menurut Joao, apabila data tersebut diserahkan kepada Agrinas, proses administrasi dapat dilakukan secara sederhana, termasuk melalui surat elektronik dan komunikasi langsung dengan para calon manajer.
“Sudah kalau nggak ini, kasih saja kayak Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini. Gampang nggak perlu ada biaya-biaya,” katanya.
Ia juga menyayangkan minimnya inisiatif dari pihak yang memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan. Menurutnya, lambannya proses birokrasi tersebut dapat berdampak langsung terhadap percepatan pelaksanaan program KDMP di lapangan.
“Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu,” ujar Joao.
Joao kemudian melontarkan dugaan yang lebih serius. Ia mempertanyakan adanya pihak yang dinilai tidak menginginkan program pemerintah tersebut berjalan sesuai target.
“Kayak saya nggak habis pikir gitu, itu ada apa? Ini adalah bentuk-bentuk sabotase gitu secara struktural gitu, karena tidak ingin melihat program Presiden yang sangat bagus ini bisa berjalan gitu,” sambungnya.
Dengan kesiapan Agrinas menempatkan hingga 15.000 manajer, persoalan kini berada pada bagaimana koordinasi antar-regulator dapat segera diselesaikan. Kejelasan data, kewenangan, serta mekanisme penempatan menjadi faktor penting agar program KDMP dapat berjalan sesuai target pemerintah.
Dugaan sabotase yang disampaikan Joao tersebut menjadi pernyataan yang perlu diklarifikasi oleh pihak-pihak terkait, terutama mengenai kendala konkret dalam proses penempatan ribuan manajer KDMP dan alasan proses tersebut belum kunjung rampung.
