Nasional
DPR Dorong Digitalisasi Pariwisata dan Penguatan Manufaktur untuk Ketahanan Ekonomi
06 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: DPR Dorong Digitalisasi Pariwisata dan Penguatan Manufaktur untuk Ketahanan Ekonomi - ABBITV
Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya akselerasi digitalisasi pariwisata serta penguatan industri manufaktur nasional sebagai pilar utama ketahanan ekonomi Indonesia.
Dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata dan Menteri Perindustrian, ia menyoroti ketertinggalan Indonesia dalam pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), untuk promosi destinasi wisata.
Menurutnya, desa wisata di Indonesia memiliki potensi besar, namun belum terkelola optimal dibandingkan negara lain seperti Thailand.
Karena itu, ia mendesak pemerintah membangun platform digital terintegrasi agar destinasi lokal lebih dikenal dunia sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain sektor pariwisata, Novita juga mengkritisi lemahnya arah pembangunan manufaktur.
Ia menilai laporan kinerja masih asal-asalan, infrastruktur belum memadai, serta banyaknya produk impor ilegal yang menghambat pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM).
Novita meminta pemerintah memberikan insentif nyata bagi pelaku industri yang memanfaatkan bahan baku lokal serta menciptakan regulasi yang konsisten dan berpihak pada pengusaha dalam negeri.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi yang jelas antar kementerian dan lembaga agar program tidak tumpang tindih.
Menurutnya, hanya dengan sinergi lintas sektor, Indonesia dapat memperkuat daya saing manufaktur sekaligus memajukan pariwisata berbasis digital.
“Digitalisasi pariwisata dan penguatan manufaktur harus menjadi prioritas bersama.
Dua sektor ini saling melengkapi dan menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional,” tegas Novita.
← Home
← halaman sebelumnya
Dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata dan Menteri Perindustrian, ia menyoroti ketertinggalan Indonesia dalam pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), untuk promosi destinasi wisata.
Menurutnya, desa wisata di Indonesia memiliki potensi besar, namun belum terkelola optimal dibandingkan negara lain seperti Thailand.
Karena itu, ia mendesak pemerintah membangun platform digital terintegrasi agar destinasi lokal lebih dikenal dunia sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain sektor pariwisata, Novita juga mengkritisi lemahnya arah pembangunan manufaktur.
Ia menilai laporan kinerja masih asal-asalan, infrastruktur belum memadai, serta banyaknya produk impor ilegal yang menghambat pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM).
Novita meminta pemerintah memberikan insentif nyata bagi pelaku industri yang memanfaatkan bahan baku lokal serta menciptakan regulasi yang konsisten dan berpihak pada pengusaha dalam negeri.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi yang jelas antar kementerian dan lembaga agar program tidak tumpang tindih.
Menurutnya, hanya dengan sinergi lintas sektor, Indonesia dapat memperkuat daya saing manufaktur sekaligus memajukan pariwisata berbasis digital.
“Digitalisasi pariwisata dan penguatan manufaktur harus menjadi prioritas bersama.
Dua sektor ini saling melengkapi dan menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional,” tegas Novita.
