Politik
Erick Thohir Jadi Menpora Ekonom Nilai Kementerian BUMN Tidak Lagi Relevan
18 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Erick Thohir Jadi Menpora Ekonom Nilai Kementerian BUMN Tidak Lagi Relevan - ABBITV
Jakarta, ABBITV.com - Erick Thohir resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo.
Dengan penunjukan tersebut, Erick sekaligus melepaskan jabatannya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pergantian ini menjadi sorotan publik karena meninggalkan kekosongan kursi Menteri BUMN.Di tengah situasi itu, kalangan ekonom ikut menyoroti keberadaan Kementerian BUMN.
Ekonom Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Aviliani, menilai kementerian tersebut sudah tidak lagi relevan.
“Kalau menurut saya, Kementerian BUMN harusnya sudah enggak perlu ada.
Mengapa? Karena semua BUMN sekarang sudah masuk ke Danantara,” ujar Aviliani dalam acara The Forum di kantor B-Universe, PIK 2, Rabu (17/9/2025).Aviliani menjelaskan bahwa seluruh perusahaan pelat merah kini berada di bawah pengelolaan Danantara, lembaga investasi yang dirancang pemerintah.
Menurutnya, jika pemerintah ingin menjadikan Danantara sebagai lembaga investasi setara Temasek Holdings di Singapura, maka pengelolaan perusahaan BUMN seharusnya terpusat pada satu entitas.Ia juga menambahkan, tidak tertutup kemungkinan perusahaan umum dengan status Badan Layanan Umum (BLU) ke depan akan ikut dikelola Danantara.
Kalau sekarang mau masuk ke sana semua, lalu apa dong tugas Kementerian BUMN? Jadi menurut saya dihapuskan saja," tegas Aviliani.
← Home
← halaman sebelumnya
Dengan penunjukan tersebut, Erick sekaligus melepaskan jabatannya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pergantian ini menjadi sorotan publik karena meninggalkan kekosongan kursi Menteri BUMN.Di tengah situasi itu, kalangan ekonom ikut menyoroti keberadaan Kementerian BUMN.
Ekonom Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Aviliani, menilai kementerian tersebut sudah tidak lagi relevan.
“Kalau menurut saya, Kementerian BUMN harusnya sudah enggak perlu ada.
Mengapa? Karena semua BUMN sekarang sudah masuk ke Danantara,” ujar Aviliani dalam acara The Forum di kantor B-Universe, PIK 2, Rabu (17/9/2025).Aviliani menjelaskan bahwa seluruh perusahaan pelat merah kini berada di bawah pengelolaan Danantara, lembaga investasi yang dirancang pemerintah.
Menurutnya, jika pemerintah ingin menjadikan Danantara sebagai lembaga investasi setara Temasek Holdings di Singapura, maka pengelolaan perusahaan BUMN seharusnya terpusat pada satu entitas.Ia juga menambahkan, tidak tertutup kemungkinan perusahaan umum dengan status Badan Layanan Umum (BLU) ke depan akan ikut dikelola Danantara.
Kalau sekarang mau masuk ke sana semua, lalu apa dong tugas Kementerian BUMN? Jadi menurut saya dihapuskan saja," tegas Aviliani.
