Nasional
Hanya 18 Hari Menjabat, Kepala BNN Lumpuhkan 11 Jaringan Narkoba
14 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Hanya 18 Hari Menjabat, Kepala BNN Lumpuhkan 11 Jaringan Narkoba - ABBITV
Jakarta – Baru 18 hari dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN RI), Komjen Pol Suyudi Ario Seto langsung menunjukkan gebrakan.
Sejak resmi menjabat pada 25 Agustus 2025, ia berhasil melumpuhkan 11 jaringan narkoba melalui serangkaian operasi intensif yang melibatkan jajaran Deputi Pemberantasan, BNN Provinsi, hingga dukungan masyarakat.
"Kami membuktikan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar slogan.
Dengan dukungan Deputi Pemberantasan, BNNP di seluruh Indonesia, dan partisipasi masyarakat, kami berhasil melumpuhkan 11 jaringan narkotika yang beroperasi di berbagai daerah strategis, termasuk jaringan internasional yang masuk melalui jalur laut dan udara," katanya, Sabtu (13/9/2025).
Dari pengungkapan tersebut, aparat menyita lebih dari 500 kilogram narkotika berbagai jenis.
Tak sedikit jaringan yang dibongkar memiliki keterkaitan internasional dengan memanfaatkan jalur laut maupun udara sebagai rute penyelundupan.
Capaian ini diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa dari ancaman narkoba dan mencegah kerugian ekonomi negara hingga Rp130 miliar.
"Berdasarkan estimasi, tindakan ini telah menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa anak bangsa dari bahaya narkoba, sekaligus mencegah kerugian ekonomi negara senilai Rp 130 miliar," tegasnya.
Meski menonjolkan langkah represif, Komjen Suyudi menegaskan perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan.
Ia menyoroti pentingnya rehabilitasi pengguna dan pencegahan sejak tingkat akar rumput.
Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) terus digencarkan dengan melibatkan peran aktif masyarakat agar lingkungan memiliki daya tangkal yang kuat terhadap peredaran narkoba.
Capaian awal ini menuai apresiasi, namun tantangan ke depan tidak ringan.
BNN harus memperkuat koordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya, meningkatkan pengawasan di jalur rawan penyelundupan, serta memperluas layanan rehabilitasi.
Pencegahan melalui pendidikan dan pengawasan berbasis komunitas juga disebut sebagai kunci agar efek positif pemberantasan tidak berhenti pada penangkapan semata.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung upaya ini.
Perang melawan narkoba adalah perjuangan kolektif.
Tidak ada satu pun institusi yang bisa melakukannya sendirian.
Mari kita jaga keluarga, sahabat, dan lingkungan agar terbebas dari narkoba demi Indonesia Bersinar (bersih narkoba)," imbuhnya.
Gebrakan 18 hari pertama Komjen Suyudi memberi sinyal tegas: perang melawan narkoba akan dijalankan dengan langkah cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Harapan publik kini tertuju pada konsistensi strategi P4GN—Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika—agar momentum ini menjadi pijakan menuju Indonesia yang lebih bersih dari narkoba.
← Home
← halaman sebelumnya
Sejak resmi menjabat pada 25 Agustus 2025, ia berhasil melumpuhkan 11 jaringan narkoba melalui serangkaian operasi intensif yang melibatkan jajaran Deputi Pemberantasan, BNN Provinsi, hingga dukungan masyarakat.
"Kami membuktikan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar slogan.
Dengan dukungan Deputi Pemberantasan, BNNP di seluruh Indonesia, dan partisipasi masyarakat, kami berhasil melumpuhkan 11 jaringan narkotika yang beroperasi di berbagai daerah strategis, termasuk jaringan internasional yang masuk melalui jalur laut dan udara," katanya, Sabtu (13/9/2025).
Dari pengungkapan tersebut, aparat menyita lebih dari 500 kilogram narkotika berbagai jenis.
Tak sedikit jaringan yang dibongkar memiliki keterkaitan internasional dengan memanfaatkan jalur laut maupun udara sebagai rute penyelundupan.
Capaian ini diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa dari ancaman narkoba dan mencegah kerugian ekonomi negara hingga Rp130 miliar.
"Berdasarkan estimasi, tindakan ini telah menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa anak bangsa dari bahaya narkoba, sekaligus mencegah kerugian ekonomi negara senilai Rp 130 miliar," tegasnya.
Meski menonjolkan langkah represif, Komjen Suyudi menegaskan perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan.
Ia menyoroti pentingnya rehabilitasi pengguna dan pencegahan sejak tingkat akar rumput.
Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) terus digencarkan dengan melibatkan peran aktif masyarakat agar lingkungan memiliki daya tangkal yang kuat terhadap peredaran narkoba.
Capaian awal ini menuai apresiasi, namun tantangan ke depan tidak ringan.
BNN harus memperkuat koordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya, meningkatkan pengawasan di jalur rawan penyelundupan, serta memperluas layanan rehabilitasi.
Pencegahan melalui pendidikan dan pengawasan berbasis komunitas juga disebut sebagai kunci agar efek positif pemberantasan tidak berhenti pada penangkapan semata.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung upaya ini.
Perang melawan narkoba adalah perjuangan kolektif.
Tidak ada satu pun institusi yang bisa melakukannya sendirian.
Mari kita jaga keluarga, sahabat, dan lingkungan agar terbebas dari narkoba demi Indonesia Bersinar (bersih narkoba)," imbuhnya.
Gebrakan 18 hari pertama Komjen Suyudi memberi sinyal tegas: perang melawan narkoba akan dijalankan dengan langkah cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Harapan publik kini tertuju pada konsistensi strategi P4GN—Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika—agar momentum ini menjadi pijakan menuju Indonesia yang lebih bersih dari narkoba.
