Nasional
Kerugian Akibat Demonstrasi Anarkis Agustus September 2025 Hampir Capai Ratusan Miliar
09 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Kerugian Akibat Demonstrasi Anarkis Agustus September 2025 Hampir Capai Ratusan Miliar - ABBITV
Jakarta, ABBITV.com — Gelombang demonstrasi yang berujung perusakan fasilitas umum di sejumlah daerah pada Agustus–September 2025 menimbulkan kerugian besar secara nasional.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat, biaya perbaikan infrastruktur publik dan gedung pemerintahan yang rusak diperkirakan mencapai Rp900 miliar.
Di Jakarta, kerugian awal dilaporkan sekitar Rp50,4 miliar, mencakup MRT senilai Rp3,3 miliar, TransJakarta Rp41,6 miliar, serta kerusakan CCTV dan fasilitas lain Rp5,5 miliar.
Gubernur Jakarta menyebut total kerugian awal Rp55 miliar, dengan rincian MRT Rp3,3 miliar, TransJakarta Rp41,8 miliar, dan fasilitas lain Rp5,5 miliar.
Namun, angka itu melonjak hingga Rp80 miliar setelah memasukkan kerusakan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang nilainya sekitar Rp19 miliar.
Makassar menjadi daerah dengan kerugian terbesar, yakni sekitar Rp250 miliar.
Kerusakan paling parah terjadi di Gedung DPRD Makassar yang dibakar massa, termasuk 61 mobil dan 15 motor di area gedung yang ikut terbakar.
Sementara itu, Kota Solo mencatat kerugian Rp13,8 miliar akibat rusaknya CCTV dan sejumlah fasilitas umum.
Beberapa kota lain seperti Semarang, Bandung, Kediri, Mataram, Surabaya, Banjar, Jambi, Palembang, dan Palopo juga mengalami perusakan gedung DPRD, pos polisi, museum, hingga fasilitas budaya, meski nilai kerugian finansialnya belum seluruhnya terdata.
Dengan kondisi tersebut, Jakarta menyumbang sekitar Rp50,4 miliar dari total nasional, sementara Makassar menjadi yang terparah.
Secara keseluruhan, kerugian akibat aksi anarkis pada periode ini diperkirakan hampir mencapai Rp900 miliar.
← Home
← halaman sebelumnya
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat, biaya perbaikan infrastruktur publik dan gedung pemerintahan yang rusak diperkirakan mencapai Rp900 miliar.
Di Jakarta, kerugian awal dilaporkan sekitar Rp50,4 miliar, mencakup MRT senilai Rp3,3 miliar, TransJakarta Rp41,6 miliar, serta kerusakan CCTV dan fasilitas lain Rp5,5 miliar.
Gubernur Jakarta menyebut total kerugian awal Rp55 miliar, dengan rincian MRT Rp3,3 miliar, TransJakarta Rp41,8 miliar, dan fasilitas lain Rp5,5 miliar.
Namun, angka itu melonjak hingga Rp80 miliar setelah memasukkan kerusakan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang nilainya sekitar Rp19 miliar.
Makassar menjadi daerah dengan kerugian terbesar, yakni sekitar Rp250 miliar.
Kerusakan paling parah terjadi di Gedung DPRD Makassar yang dibakar massa, termasuk 61 mobil dan 15 motor di area gedung yang ikut terbakar.
Sementara itu, Kota Solo mencatat kerugian Rp13,8 miliar akibat rusaknya CCTV dan sejumlah fasilitas umum.
Beberapa kota lain seperti Semarang, Bandung, Kediri, Mataram, Surabaya, Banjar, Jambi, Palembang, dan Palopo juga mengalami perusakan gedung DPRD, pos polisi, museum, hingga fasilitas budaya, meski nilai kerugian finansialnya belum seluruhnya terdata.
Dengan kondisi tersebut, Jakarta menyumbang sekitar Rp50,4 miliar dari total nasional, sementara Makassar menjadi yang terparah.
Secara keseluruhan, kerugian akibat aksi anarkis pada periode ini diperkirakan hampir mencapai Rp900 miliar.
