Nasional

Korban Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Sragen Bertambah Jadi 365 Orang


Admin - ABBITV.com

25 Aug 2025 07:00 WIB

Korban Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Sragen Bertambah Jadi 365 Orang
Dokumentasi: Korban Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Sragen Bertambah Jadi 365 Orang - ABBITV
Sragen, Kamis (14/8/2025) – Jumlah siswa dan guru yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sragen bertambah menjadi 365 orang.

Angka ini meningkat dari laporan sebelumnya sebanyak 251 korban.

Hingga saat ini, lima orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa keracunan ini bermula pada Senin (11/8), saat siswa dari SDN 4 Gemolong dan SMPN 3 Gemolong mengalami gejala usai menyantap menu MBG.

Awalnya tercatat 251 korban, namun data terbaru menunjukkan jumlahnya mencapai 365 orang dari 10 sekolah.
Kepala Puskesmas Gemolong, Agus Pranoto Budi, menegaskan bahwa penambahan tersebut bukan kasus baru, melainkan korban yang sebelumnya belum terdata.
“Korbannya bukan bertambah tapi ada yang belum terdata, 365 orang, dari 9 sekolah dan 1 pondok pesantren,” jelas Agus saat dihubungi media.

Agus menambahkan pihaknya masih terus memantau kondisi korban, baik yang dirawat inap maupun rawat jalan.

“Situasi terkini sementara masih memantau perkembangan, sampai saat ini ada rawat inap, sudah ada yang pulang.

Masih lima yang di RSUD,” ungkapnya.
Meski belum menerima laporan terbaru dari pihak rumah sakit, Agus menyebut kondisi korban semakin membaik.

“Kondisi terakhir belum dapat dari RSUD, tapi alhamdulillah baik-baik saja.

Nggak ada (korban jiwa),” ucapnya.
Ia juga memastikan Puskesmas Gemolong bersiaga penuh untuk menangani situasi ini.

“Kami siap selalu 24 jam.

Kita koordinasi dengan jajaran dan sebagainya juga,” terangnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab SPPG Gemolong, Arifuddin Setiawan, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak yang terdampak.
“Yang jelas, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh adik-adik yang sudah terkena imbas.

Kemungkinan juga kepada keluarga, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kemudian kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sragen, juga kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi tersebut,” tutur Arifuddin.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan.

“Jadi, tidak ada dari pihak kami unsur kesengajaan, tidak ada unsur kesengajaan, tapi ya kita sudah berusaha untuk sesuai dengan SOP, sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi mungkin juga masih ada kesalahan lah nyatanya ya mau saya bilang saya benar nyatanya ada kejadian seperti ini seperti itu,” jelasnya.
Arifuddin mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan yang telah dikirimkan ke Semarang.

Menu yang dikonsumsi para siswa kala itu adalah nasi kuning, telur suwir dan timun, apel, serta susu.
“Menu itu bukan pertama kali kita pakai karena kita sudah operasional dari tanggal 17 Februari dengan sampai dengan Agustus ini.

Jadi sekitar sekira sudah 6 bulanan.

Kira-kira sudah 6 bulanan dan itu bukan menu pertama kali.

Itu menu sudah berkali-kali kita bikin sesuai dengan request dari adik-adik yang memang kebanyakan suka nasi kuning itu,” bebernya.
Sebagai langkah lanjutan, distribusi MBG dihentikan sementara hingga Selasa (19/8).

Pihak SPPG juga menggelar evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan.
“Evaluasi internal ada, kita langsung lakukan meeting untuk perbaikan di segala hal ini.

Dari progres persiapan, penerimaan bahan, persiapan, dari masak, dari pemakingan, dari pendistribusian semuanya kita evaluasi total,” pungkasnya.
← Home ← halaman sebelumnya