Nasional
Mahfud MD Serukan Refleksi Nasional di Tengah Gelombang Kerusuhan
31 Aug 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Mahfud MD Serukan Refleksi Nasional di Tengah Gelombang Kerusuhan - ABBITV
ABBITV.com - (30/08/2025) Gelombang unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan melanda sejumlah wilayah Indonesia, meninggalkan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar mengenai arah bangsa.
Di tengah kondisi mencekam ini, Profesor Mahfud MD, tokoh hukum yang dikenal lugas, menyampaikan pernyataan tegas yang menjadi seruan untuk direnungkan bersama.
Dalam unggahan di akun Youtube Mahfud MD Official, ia menegaskan dukungannya terhadap hak rakyat untuk berunjuk rasa.“Kita tentu mendukung demo dan protes-protes itu 100 persen mendukung jika ada ketidakpuasan atau anggapan kesalahan dari para pengelola pemerintahan dan lembaga-lembaga politik.
Kita setuju perkeras saja protes.
Kita mengerti itu,” ucap Mahfud.
Namun, ia menyoroti bahwa situasi terkini telah jauh melampaui batas kewajaran.
Korban jiwa berjatuhan di berbagai daerah.
Affan, pengemudi ojek online, meninggal di kawasan DPR.
Di Makassar, tiga orang tewas saat gedung DPRD diserbu dan dibakar.
Sementara di Bandung, aparat kepolisian dikejar hingga babak belur.“Itu sudah tidak sehat,” tegasnya.
Mahfud juga menyinggung aksi kekerasan terhadap aparat, termasuk laporan polisi yang diculik dan ditemukan dengan luka mengerikan.
Pemandangan bangkai mobil, bangunan terbakar, serta aksi penjarahan memperlihatkan betapa parahnya eskalasi konflik.
Menurut Mahfud, bentrokan ini ironis karena aparat di lapangan hanyalah pelaksana tugas, bukan pembuat keputusan politik.
Ia menekankan pentingnya komando yang bijak dari atasan agar korban jiwa tidak terus berjatuhan.“Saya paham petugas lapangan itu terjepit,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa tanggung jawab terbesar ada pada pimpinan yang memberi arahan.
Mahfud menilai akar masalah terletak pada akumulasi kekecewaan rakyat.
Kebijakan yang menimbulkan protes sering kali hanya diselesaikan secara tambal sulam.
“Akumulasi kekecewaan memang ya,” katanya.
Menurutnya, masyarakat seperti diberi “permen”, sementara masalah baru terus bermunculan.
Ia juga mengkritik arogansi politisi yang kurang berempati terhadap masyarakat.
Tidak hanya itu, penegakan hukum yang tidak konsisten turut memperparah keadaan.“Ada yang jalan, ada yang tidak.
Ada yang hanya masalah sepele aja gak bisa diselesaikan.
Ada yang besar diumumkan tetapi kemudian tindak lanjutnya gak jelas,” tutur Mahfud.
Lebih jauh, ia menyoroti praktik korupsi yang diyakini masyarakat dilakukan oleh banyak pejabat, tetapi tetap saja mereka masih leluasa membuat kebijakan.“Ini supaya diselesaikan agar tidak semakin rumit,” katanya.
Di akhir pernyataan, Mahfud MD menyerukan persatuan dan menekankan bahwa rakyat dan aparat bukanlah musuh satu sama lain.“Negara ini adalah milik kita bersama.
Wahai seluruh rakyat, aparat itu bukan musuh Anda.
Wahai aparat, rakyat itu bukan musuh Anda.
Anda harus menanggung akibat karena kebijakan-kebijakan dan para pejabat dan pemimpin yang korup sebenarnya.
Dan penyelesaiannya harus di sini,” pungkasnya.
← Home
← halaman sebelumnya
Di tengah kondisi mencekam ini, Profesor Mahfud MD, tokoh hukum yang dikenal lugas, menyampaikan pernyataan tegas yang menjadi seruan untuk direnungkan bersama.
Dalam unggahan di akun Youtube Mahfud MD Official, ia menegaskan dukungannya terhadap hak rakyat untuk berunjuk rasa.“Kita tentu mendukung demo dan protes-protes itu 100 persen mendukung jika ada ketidakpuasan atau anggapan kesalahan dari para pengelola pemerintahan dan lembaga-lembaga politik.
Kita setuju perkeras saja protes.
Kita mengerti itu,” ucap Mahfud.
Namun, ia menyoroti bahwa situasi terkini telah jauh melampaui batas kewajaran.
Korban jiwa berjatuhan di berbagai daerah.
Affan, pengemudi ojek online, meninggal di kawasan DPR.
Di Makassar, tiga orang tewas saat gedung DPRD diserbu dan dibakar.
Sementara di Bandung, aparat kepolisian dikejar hingga babak belur.“Itu sudah tidak sehat,” tegasnya.
Mahfud juga menyinggung aksi kekerasan terhadap aparat, termasuk laporan polisi yang diculik dan ditemukan dengan luka mengerikan.
Pemandangan bangkai mobil, bangunan terbakar, serta aksi penjarahan memperlihatkan betapa parahnya eskalasi konflik.
Menurut Mahfud, bentrokan ini ironis karena aparat di lapangan hanyalah pelaksana tugas, bukan pembuat keputusan politik.
Ia menekankan pentingnya komando yang bijak dari atasan agar korban jiwa tidak terus berjatuhan.“Saya paham petugas lapangan itu terjepit,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa tanggung jawab terbesar ada pada pimpinan yang memberi arahan.
Mahfud menilai akar masalah terletak pada akumulasi kekecewaan rakyat.
Kebijakan yang menimbulkan protes sering kali hanya diselesaikan secara tambal sulam.
“Akumulasi kekecewaan memang ya,” katanya.
Menurutnya, masyarakat seperti diberi “permen”, sementara masalah baru terus bermunculan.
Ia juga mengkritik arogansi politisi yang kurang berempati terhadap masyarakat.
Tidak hanya itu, penegakan hukum yang tidak konsisten turut memperparah keadaan.“Ada yang jalan, ada yang tidak.
Ada yang hanya masalah sepele aja gak bisa diselesaikan.
Ada yang besar diumumkan tetapi kemudian tindak lanjutnya gak jelas,” tutur Mahfud.
Lebih jauh, ia menyoroti praktik korupsi yang diyakini masyarakat dilakukan oleh banyak pejabat, tetapi tetap saja mereka masih leluasa membuat kebijakan.“Ini supaya diselesaikan agar tidak semakin rumit,” katanya.
Di akhir pernyataan, Mahfud MD menyerukan persatuan dan menekankan bahwa rakyat dan aparat bukanlah musuh satu sama lain.“Negara ini adalah milik kita bersama.
Wahai seluruh rakyat, aparat itu bukan musuh Anda.
Wahai aparat, rakyat itu bukan musuh Anda.
Anda harus menanggung akibat karena kebijakan-kebijakan dan para pejabat dan pemimpin yang korup sebenarnya.
Dan penyelesaiannya harus di sini,” pungkasnya.
