Nasional

Mahfud MD Terima Tawaran Istana untuk Bantu Reformasi Polri


Admin - ABBITV.com

25 Sep 2025 07:00 WIB

Mahfud MD Terima Tawaran Istana untuk Bantu Reformasi Polri
Dokumentasi: Mahfud MD Terima Tawaran Istana untuk Bantu Reformasi Polri - ABBITV
JAKARTA, ABBITV.com – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkapkan bahwa dirinya menerima tawaran dari Istana melalui Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, untuk ikut membantu pelaksanaan Reformasi Polri.

Hal ini ia sampaikan dalam podcast YouTube pribadinya @Mahfud MD Official pada Selasa (23/9/2025).
"Saya bantu itu urusan Polri, Reformasi Polri," kata Mahfud.
Mahfud menjelaskan, Teddy pertama kali menghubunginya pada Senin (15/9/2025) ketika dirinya sedang mengajar di Yogyakarta sehingga belum bisa bertemu.

Pertemuan kemudian baru terlaksana pada Selasa (16/9/2025) sore.

Selanjutnya, Mahfud dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Jumat (19/9/2025).

Namun, pertemuan tersebut batal karena Presiden Prabowo harus menghadiri sidang PBB.
Mahfud menegaskan bahwa tidak ada pembahasan terkait posisi atau jabatan di Komite Reformasi Polri.

"Tetapi tidak bicara posisi ya.

Saya ingin membantu, membantu tetapi juga ngasih bahan," ujarnya.
Ia menambahkan, saat menjabat sebagai Menkopolhukam dirinya telah mengetahui hal-hal yang harus diperbaiki dalam struktur Polri, sehingga hanya memerlukan waktu singkat untuk membenahi berbagai permasalahan.

Menurut Mahfud, ada tiga aspek dalam penegakan hukum, yaitu aturan, struktur atau aparat, dan kultur atau budaya.

Dari temuannya, Polri hanya memiliki persoalan di ranah kultural.

"Polisi ini kehilangan kultur, budaya pengabdian.

Nah sehingga enggak banyak yang perlu dirombak karena aturan apapun yang dicari di Polri yang bagus itu gimana sih? Sudah ada semua di Undang-Undang," terangnya.
Mahfud menilai salah satu hal mendesak adalah membenahi kultur kepolisian.

Ia mencontohkan legitimasi publik yang menganggap polisi kerap memeras atau membekingi ketika ada masalah.
Meski menyadari risikonya, Mahfud mengaku siap menghadapi cibiran publik atas keputusannya menerima tawaran bantuan tersebut.
← Home ← halaman sebelumnya