Nasional
Prabowo Tegaskan Kemitraan ASEAN Jepang Jadi Jangkar Perdamaian di Indo Pasifik
27 Oct 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Prabowo Tegaskan Kemitraan ASEAN Jepang Jadi Jangkar Perdamaian di Indo Pasifik - ABBITV
Jakarta (Minggu) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemitraan antara negara anggota ASEAN dan Jepang yang telah terjalin lama menjadi langkah penting untuk menjaga perdamaian serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-28 ASEAN–Jepang yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang terhadap sentralitas ASEAN serta komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas kawasan.
"ASEAN dan Jepang telah lama menjadi mitra dalam memajukan perdamaian, kemakmuran, dan konektivitas di kawasan Indo-Pasifik.
Di tengah dunia yang semakin penuh ketidakpastian, kerja sama kita tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
KTT ASEAN–Jepang tahun ini menjadi kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade antara kedua pihak.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi yang inklusif melalui pelaksanaan efektif ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Presiden juga mendorong perluasan kolaborasi di bidang ekonomi digital serta konektivitas keuangan.
"Sekarang adalah saatnya untuk mewujudkan prinsip-prinsip bersama kita melalui kerja sama yang bermakna dan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat kita.
Hubungan ekonomi antara ASEAN dan Jepang terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika zaman," ujar Prabowo.
Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya menjaga transisi energi sebagai prioritas strategis dan menyambut baik kemitraan Jepang dalam pengembangan energi bersih, termasuk hidrogen, mobilitas listrik, dan bahan bakar berkelanjutan yang dinilai penting bagi visi bersama.
Presiden Prabowo juga menegaskan perlunya kemitraan yang berpusat pada manusia dengan memperluas pertukaran sumber daya manusia muda, pengembangan keterampilan, serta kerja sama akademik untuk menumbuhkan generasi baru pemimpin ASEAN–Jepang.
Menutup pernyataannya, Presiden mengajak seluruh negara anggota ASEAN dan Jepang untuk terus memegang semangat Konferensi Asia–Afrika Bandung tahun 1955 sebagai dasar bagi kerja sama yang damai dan inklusif.
“Bersama-sama, kita dapat membentuk kawasan yang stabil, tangguh, dan sejahtera bagi semua,” pungkas Presiden Prabowo.
← Home
← halaman sebelumnya
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-28 ASEAN–Jepang yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang terhadap sentralitas ASEAN serta komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas kawasan.
"ASEAN dan Jepang telah lama menjadi mitra dalam memajukan perdamaian, kemakmuran, dan konektivitas di kawasan Indo-Pasifik.
Di tengah dunia yang semakin penuh ketidakpastian, kerja sama kita tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
KTT ASEAN–Jepang tahun ini menjadi kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade antara kedua pihak.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi yang inklusif melalui pelaksanaan efektif ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Presiden juga mendorong perluasan kolaborasi di bidang ekonomi digital serta konektivitas keuangan.
"Sekarang adalah saatnya untuk mewujudkan prinsip-prinsip bersama kita melalui kerja sama yang bermakna dan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat kita.
Hubungan ekonomi antara ASEAN dan Jepang terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika zaman," ujar Prabowo.
Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya menjaga transisi energi sebagai prioritas strategis dan menyambut baik kemitraan Jepang dalam pengembangan energi bersih, termasuk hidrogen, mobilitas listrik, dan bahan bakar berkelanjutan yang dinilai penting bagi visi bersama.
Presiden Prabowo juga menegaskan perlunya kemitraan yang berpusat pada manusia dengan memperluas pertukaran sumber daya manusia muda, pengembangan keterampilan, serta kerja sama akademik untuk menumbuhkan generasi baru pemimpin ASEAN–Jepang.
Menutup pernyataannya, Presiden mengajak seluruh negara anggota ASEAN dan Jepang untuk terus memegang semangat Konferensi Asia–Afrika Bandung tahun 1955 sebagai dasar bagi kerja sama yang damai dan inklusif.
“Bersama-sama, kita dapat membentuk kawasan yang stabil, tangguh, dan sejahtera bagi semua,” pungkas Presiden Prabowo.
