Ekonomi
Diplomasi 'Moncer' Prabowo Buka Akses Tarif 0 Persen untuk 53 Komoditas Pertanian ke AS
22 Feb 2026 07:00 WIB
Dokumentasi: Diplomasi 'Moncer' Prabowo Buka Akses Tarif 0 Persen untuk 53 Komoditas Pertanian ke AS - ABBITV
Jakarta, ABBITV.com - Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil nyata bagi sektor pertanian nasional.
Melalui kesepakatan dagang resiprokal dengan Amerika Serikat (AS), sebanyak 173 pos tarif yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia kini resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar AS.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian ini merupakan hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional.
“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita.
Bapak Presiden menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan diplomasi ekonomi yang kuat.
Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif," kata Amran kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Amran, keberhasilan ini akan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia secara signifikan di pasar global.
“Dengan tarif nol persen, produk kita punya ruang bersaing yang lebih besar.
Dari sisi harga jadi lebih kompetitif.
Ini peluang bagus untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” ujarnya.
← Home
← halaman sebelumnya
Melalui kesepakatan dagang resiprokal dengan Amerika Serikat (AS), sebanyak 173 pos tarif yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia kini resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar AS.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian ini merupakan hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional.
“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita.
Bapak Presiden menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan diplomasi ekonomi yang kuat.
Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif," kata Amran kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Amran, keberhasilan ini akan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia secara signifikan di pasar global.
“Dengan tarif nol persen, produk kita punya ruang bersaing yang lebih besar.
Dari sisi harga jadi lebih kompetitif.
Ini peluang bagus untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” ujarnya.
