Evaluasi Total Satpol PP Kota Bogor, Dedie Rachim : Yang Tidak Efektif Kita Berhentikan
08 Jul 2026 11:40 WIB
Kota Bogor, ABBITV.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dibawah kepemimpinan Pupung Wahyu Purnama kini menjadi sorotan publik. Satuan penegak Perda itu menerima banyak aduan dari warga kota Bogor.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat memimpin Apel Besar Satpol PP Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor, Selasa (07/07/2026).
Apel besar itu dilaksanakan untuk mengevaluasi total seluruh personel satpol PP kota Bogor.
“Aduan itu masuk melalui Si Badra, melalui WhatsApp, melalui DM, banyak. Makanya kita kumpulkan hari ini. Saya ingin Kasatpol PP mengevaluasi. Kalau betul itu terjadi, tentu kita ambil langkah yang tegas,” ujar Dedie dikutip ceklissatu
Dilansir ceklissatu, Dedie menegaskan Pemerintah Kota Bogor tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap aparatur yang terbukti melanggar aturan.
“Kalau memang ada anggota yang sudah tidak bisa membantu kinerja Satpol PP, tentu jangan membebani organisasi,” katanya.
Dedie menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satpol PP.
Menurutnya, masyarakat menginginkan Kota Bogor yang aman, bersih, tertib, dan indah, sehingga kinerja Satpol PP harus mampu menjawab harapan tersebut.
“Tahun ini menjadi tahun evaluasi kita. Kita tidak bisa menunggu. Masyarakat ingin Kota Bogor aman, sehat, bersih, dan indah. Indikatornya terlihat secara kasat mata, seperti tidak adanya PKL yang berjualan sembarangan dan lingkungan yang tertata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa anggota yang dinilai tidak efektif atau tidak memiliki kompetensi di bidang tugasnya akan dievaluasi.
“Kalau memang tidak bisa, tentu ada anggota yang tidak efektif atau memang bukan tempat kerjanya di situ, tidak memiliki passion di bidang tersebut. Ya tentu harus kita geser, kita pindah, atau bahkan kita berhentikan,” tegasnya.
Selain menyoroti evaluasi kinerja, Dedie juga meminta seluruh anggota Satpol PP Kota Bogor menjaga kebugaran fisik agar tetap prima dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Kerja lapangan membutuhkan kombinasi mental, fisik, dan kemampuan berpikir. Jangan sampai karena sering bertugas malam lalu lupa berolahraga dan pola makan tidak sehat. Akhirnya tugas berat, tetapi kondisi tubuh justru sakit-sakitan. Saya minta seluruh anggota Satpol PP rutin menjaga kebugaran fisik,” katanya.
Menanggapi video viral terkait dugaan keributan di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Bogor, Dedie meminta koordinasi antara Satpol PP, TNI, Polri, serta aparatur wilayah semakin diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Saya minta koordinasi TNI, Polri, Satpol PP, termasuk wilayah, untuk memonitor lebih serius persoalan-persoalan sosial yang muncul. Lakukan monitoring, evaluasi, dan berikan peringatan kepada pengelola agar hal-hal seperti itu tidak terulang,” ujarnya.
Terkait kemungkinan ditemukannya pelanggaran saat inspeksi mendadak di tempat hiburan malam, seperti persoalan perizinan maupun penjualan minuman keras,
Dedie memastikan seluruh tindakan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nanti sesuai aturan. Aturannya sudah ada. Tinggal ditegakkan siapa yang melakukan. Satpol PP memiliki sistem kerja bergiliran sehingga proses monitoring bisa terus dilakukan,” tutupnya.
