Gunung Malang dan Tugu Utara Wakili Bogor di Top 15 Desa Wisata Terbaik Jawa Barat
31 Aug 2026 11:57 WIB
Bogor, ABBITV.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai strategi meningkatkan kualitas destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekraf) Kabupaten Bogor dengan meningkatkan kapasitas pengelola, kualitas destinasi, serta memperkuat kolaborasi bersama masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang mendorong desa wisata untuk mengoptimalkan potensi lokal sehingga mampu memiliki daya saing lebih kuat.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil di tingkat Jawa Barat. Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara berhasil masuk Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.
Keduanya berhasil melewati tahap seleksi portofolio digital dan bersaing dengan 44 desa/kampung wisata peserta. Pengumuman Top 15 dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat pada 29 Juli 2026.
Masuknya dua desa wisata asal Kabupaten Bogor tersebut menjadi indikator meningkatnya kapasitas pengelolaan destinasi di tingkat desa. Potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat dikembangkan menjadi produk serta pengalaman wisata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menawarkan pengalaman autentik bagi wisatawan.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengapresiasi pencapaian Gunung Malang dan Tugu Utara. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa desa wisata Kabupaten Bogor memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat provinsi.
“Prestasi di SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa desa wisata kita memiliki daya saing tangguh di tingkat provinsi. Kami berkomitmen terus menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan,” kata Ria dikutip dari instagram disparekraf.bogorkab Senin (31/08/2026).
Ria menegaskan, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Keterlibatan masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi produk dan pengalaman wisata menjadi salah satu faktor penting dalam membangun destinasi yang berkelanjutan.
Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola desa wisata, masyarakat, pelaku UMKM, serta unsur pendukung lainnya terus didorong sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Sementara itu Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Kabupaten Bogor, Yuliana Idrus, menjelaskan Gunung Malang dan Tugu Utara memiliki keunggulan dalam menerapkan standar pengelolaan pariwisata berbasis 5A, yakni Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Periklanan.
Konsep tersebut dipadukan dengan kearifan lokal 5K khas Jawa Barat, yaitu Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, dan Karasa.
“Perpaduan tersebut berhasil menghadirkan pengalaman wisata holistik. Mereka tidak hanya rapi secara tata kelola dan fasilitas, tetapi juga sukses menyajikan pengalaman sensorik otentik yang dituangkan pada budaya Sunda,” kata Yuliana.
Pengembangan Gunung Malang dan Tugu Utara menjadi bagian dari strategi Pemkab Bogor memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan memberikan dampak ekonomi berantai bagi masyarakat, mulai dari pertumbuhan UMKM, usaha kuliner, ekonomi kreatif, jasa pariwisata, hingga pembukaan lapangan kerja baru.
Sebagai finalis Top 15 SWJ ITDMA 2026, Gunung Malang dan Tugu Utara selanjutnya akan mengikuti coaching clinic yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Disparekraf Kabupaten Bogor juga akan melanjutkan pendampingan terhadap kedua desa tersebut untuk meningkatkan kesiapan menghadapi tahapan kompetisi berikutnya.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi Gunung Malang dan Tugu Utara untuk melanjutkan kiprah ke tingkat nasional melalui ajang Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026.
Capaian tersebut sekaligus diharapkan menjadi pemacu bagi desa wisata lainnya di Kabupaten Bogor untuk terus menggali dan mengembangkan potensi lokal.
Dengan mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, kreativitas masyarakat, dan kearifan lokal, Pemkab Bogor menargetkan desa wisata tidak hanya menjadi destinasi unggulan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
