Lintas Berita

Imbas Abu Vulkanik, Empat Bandara Ditutup Sementara, AirNav : Alasan Keselamatan Penerbangan


Admin - ABBITV.com

06 Sep 2026 14:57 WIB

Imbas Abu Vulkanik, Empat Bandara Ditutup Sementara, AirNav : Alasan Keselamatan Penerbangan
Dokumentasi: Imbas Abu Vulkanik, Empat Bandara Ditutup Sementara, AirNav : Alasan Keselamatan Penerbangan - ABBITV

Jakarta, ABBITV.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik membuat empat bandara ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Empat bandara yang terdampak yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta Bandara Budiarto di Curug, Tangerang.

Berdasarkan pemutakhiran status operasional bandara yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu pukul 07.41 WIB, penutupan dilakukan secara sementara dan menyesuaikan perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik serta atmosfer.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci Bandara Soekarno-Hatta ditutup mulai pukul 02.08 hingga 13.30 WIB. Bandara Halim Perdanakusuma ditutup pukul 07.20 hingga 14.00 WIB.

Sementara itu, Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) ditutup pukul 04.18 hingga 10.00 WIB, sedangkan Bandara Budiarto Curug (RTO) ditutup pukul 06.48 hingga 09.30 WIB.

"Bandara Soekarno-Hatta ditutup pada pukul 02.08-13.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma ditutup pada pukul 07.20-14.00 WIB, Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) pada pukul 04.18-10.00 WIB, sedangkan Bandara Budiarto Curug (RTO) ditutup pada pukul 06.48-09.30 WIB," kata Berton.

Sementara itu perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia turut meningkatkan pemantauan terhadap kondisi ruang udara, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengatakan penyesuaian layanan navigasi dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.

"Untuk alasan keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia melakukan penerbitan NOTAM A3344/26 terkait penutupan sementara ruang udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) akibat abu vulkanik Gunung Krakatau," ujar Hermana dalam keterangan resminya.

Menurut Hermana, pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik dilakukan secara intensif melalui Indonesia Network Management Center (INMC). Informasi terbaru mengenai kondisi ruang udara juga terus diperbarui dan disampaikan kepada pengguna jasa penerbangan serta para pemangku kepentingan industri penerbangan.

AirNav mengimbau seluruh pengguna ruang udara untuk terus memantau publikasi aeronautika terbaru melalui Notice to Airmen (NOTAM). Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi operasional penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan faktor keselamatan.

Penutupan sementara sejumlah bandara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi bahaya abu vulkanik terhadap mesin pesawat, sistem navigasi, serta keselamatan penerbangan secara keseluruhan.

✍️ Admin
← Home ← halaman sebelumnya