Kapolri Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan Digital
10 Aug 2026 23:47 WIB
Jakarta, ABBITV.com - E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi ditutup oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam Closing Ceremony yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (09/08/2026).
Penutupan tersebut turut dihadiri Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, para Pejabat Utama Mabes Polri, jajaran Polda, stakeholder, mitra dan sponsor, komunitas e-sports, serta tamu undangan.
Kompetisi e-sports yang digelar secara berjenjang mulai tingkat Polres hingga nasional itu diikuti 35.936 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya minat sekaligus potensi generasi muda dalam mengembangkan talenta di bidang digital.
Rangkaian Closing Ceremony diawali sejumlah penampilan, pemanggilan tim finalis Grand Final Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), hingga pertandingan penentuan juara.
Pada cabang utama MLBB, Polda Metro Jaya berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan Polda Sumatera Utara dalam pertandingan Grand Final dengan sistem Best of 5 (Bo5). Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir dengan skor 3-2.
Polda Sumatera Utara harus puas di posisi kedua. Sementara itu, Polda Jawa Timur yang diwakili Kota Batu meraih peringkat ketiga setelah mengalahkan Polda Sulawesi Selatan dengan skor 3-2 dalam perebutan medali perunggu. Polda Sulawesi Selatan menempati posisi keempat.
Selain MLBB, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang berbagai kategori, mulai dari Indonesia Youth Movement, TCG Pokémon, TCG Riftbound, Capture The Flag Competition, Cosplay Anime, KOL Competition, Cosplay Defile hingga MLBB. Secara keseluruhan terdapat 25 pemenang yang menerima penghargaan.
Dalam amanatnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi seluruh peserta dan menekankan bahwa prestasi di bidang e-sports membutuhkan latihan, disiplin, strategi serta kemampuan bekerja sama.
Menurut Kapolri, perkembangan e-sports saat ini telah membentuk ekosistem industri yang luas. Peluang profesi tidak hanya terbatas sebagai atlet, tetapi juga mencakup pelatih, kreator konten, pengembang gim, animator, analis data hingga tenaga profesional di bidang keamanan siber.
Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, produktif dan bertanggung jawab.
Para peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 diajak menjadi Duta Kamtibmas sekaligus agen perubahan dengan mendorong generasi muda meninggalkan kegiatan kontraproduktif seperti balap liar, tawuran dan vandalisme.
Di ruang digital, generasi muda juga diharapkan ikut mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan, judi online hingga penyalahgunaan narkoba.
“Jadilah juara dalam kompetisi, agen perubahan dalam pergaulan, dan penjaga kebaikan di ruang digital,” pesan Kapolri.
Ajang tersebut juga mencatatkan tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), yakni Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 117 peserta, Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 734 peserta, serta Duta Kamtibmas Siber Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 27.686 peserta.
Selain itu, Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bagian dari upaya memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang yang tersedia di industri e-sports.
“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” ujar Adex di Indonesia Arena.
Ia mengatakan perkembangan artificial intelligence (AI) berpotensi mengubah kebutuhan tenaga kerja sehingga generasi muda perlu dibekali pemahaman mengenai berbagai peluang di sektor digital.
“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” katanya.
Namun, Adex menegaskan pengembangan minat terhadap e-sports harus tetap berjalan beriringan dengan pendidikan.
“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tuturnya.
Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto turut mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026. Menurutnya, ajang tersebut memberikan kesempatan bagi gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.
“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” ujar Ibnu.
Apresiasi serupa disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Ia menilai dukungan pemerintah terhadap e-sports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” kata Willy.
Penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan berbagai side event untuk memperkenalkan peluang industri e-sports sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda.
Melalui ajang tersebut, Polri mendorong e-sports tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang mampu membuka ruang pengembangan talenta serta peluang karier bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
