Nasional

Korban Keracunan MBG di Yogyakarta Nyaris 1000 Anak, Sultan Akhirnya Buka Suara


Admin - ABBITV.com

23 Sep 2025 07:00 WIB

Korban Keracunan MBG di Yogyakarta Nyaris 1000 Anak, Sultan Akhirnya Buka Suara
Dokumentasi: Korban Keracunan MBG di Yogyakarta Nyaris 1000 Anak, Sultan Akhirnya Buka Suara - ABBITV
Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X akhirnya angkat bicara mengenai maraknya kasus keracunan yang melibatkan hampir seribu anak akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya pada Jumat (19/9/2025), Sultan menyoroti proses persiapan makanan yang diduga menjadi penyebab utama insiden tersebut.
Sultan menjelaskan bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pada penyedia katering menyebabkan mereka harus memasak lebih awal untuk memenuhi jumlah pesanan yang meningkat.

“Mungkin masaknya jam setengah dua pagi.

Kalau sayur (dimasak) jam setengah dua pagi, baru dimakan jam delapan atau jam 10 ya mesti layu (basi),” ujarnya.

Menurut Sultan, beban katering yang meningkat dua kali lipat, misalnya dari 50 porsi menjadi 100 porsi, tanpa penambahan tenaga memasak, menyebabkan makanan disiapkan jauh lebih awal demi mengejar waktu.
Untuk mencegah kejadian serupa, Sultan menyarankan agar jumlah tenaga memasak ditambah sehingga makanan tidak perlu disiapkan terlalu dini.

“Gimana menghindari seperti itu, tukang masaknya aja diperbanyak.

Jadi tidak masak jam dua atau jam tiga pagi, lalu dimakan di jam delapan atau jam 10 ya mesti keracunan,” tegasnya.
Terkait pengawasan program MBG, Sultan menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat yang menaungi sekolah-sekolah sasaran program MBG.

“Ya berarti pemerintah daerah setempat, wong sekolah-sekolah lha (Pemda DIY) mau mengawasi bagaimana,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DIY menyatakan telah melakukan kajian kemungkinan penetapan kejadian luar biasa (KLB) program MBG pasca-keracunan massal yang menimpa siswa di sejumlah kabupaten di provinsi ini.

Kasus keracunan MBG di Yogyakarta tercatat terjadi di Kulon Progo pada akhir Juli lalu, dengan 497 siswa terdampak, yang tersebar di dua sekolah dasar dan dua sekolah menengah pertama.
← Home ← halaman sebelumnya