Nasional
Launching PERSMA 1960 Disambut Ribuan Suporter dan Jadi Momentum Kebangkitan Olahraga Sulut
18 Nov 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Launching PERSMA 1960 Disambut Ribuan Suporter dan Jadi Momentum Kebangkitan Olahraga Sulut - ABBITV
MANADO, ABBITV.com — Ribuan warga memadati Lapangan KONI Sario, Kota Manado, pada Rabu (12/11) untuk menyaksikan launching PERSMA 1960 yang menandai tekad klub legendaris itu kembali ke masa kejayaannya.
Kehadiran massa yang memenuhi area stadion menunjukkan dukungan publik terhadap langkah PERSMA 1960 untuk kembali menembus kompetisi nasional, termasuk target menuju Liga 1.
Momentum launching ditandai dengan tampilnya tim PERSMA 1960 dalam laga persahabatan melawan Persija Glory.
Sorakan antusias suporter mengiringi jalannya pertandingan dan menjadi simbol dorongan masyarakat terhadap reformasi olahraga di Sulawesi Utara.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang dijuluki “Bapak Olahraga Sulut,” menjadikan acara tersebut sebagai wadah untuk menyampaikan visinya mengenai pembangunan ekosistem olahraga yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
Ia hadir bersama pengurus PERSMA 1960 untuk menunjukkan komitmen pemerintah terhadap arah baru pengelolaan olahraga daerah.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kebijakan utama yang diusungkan YSK, yaitu pemisahan total pendanaan klub dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Skema pendanaan klub akan mengandalkan sponsor dan investor swasta.
“Kita tegaskan, PERSMA harus dikelola secara profesional dan tidak boleh bergantung pada APBD.
Ini adalah komitmen kita bersama agar klub ini dapat bersaing secara sehat dan berkelanjutan di kancah nasional,” tegas YSK.
Keputusan ini ditetapkan sebagai model percontohan bagi cabang olahraga lain di Sulut agar tidak lagi bergantung pada dana publik, sehingga APBD dapat difokuskan pada pembinaan atlet dan pemerataan fasilitas dasar.
Visi tersebut kembali ditegaskan dalam jamuan makan malam di Rumah Dinas Gubernur bersama pengurus baru PERSMA 1960, pemain PERSMA All Star, dan tim Persija Glory.
Dalam suasana santai namun penuh makna itu, YSK meminta agar keberhasilan menghidupkan PERSMA 1960 dapat menjadi inspirasi bagi cabor lain.
“Semangat yang sama harus kita terapkan di cabor lain, entah itu bulutangkis, renang, atau atletik.
Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang kebangkitan olahraga Sulut secara keseluruhan,” pesan YSK.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, YSK berjanji mempercepat revitalisasi Stadion Klabat yang merupakan kandang bersejarah PERSMA.
Pembenahan infrastruktur ini diproyeksikan menjadi pemicu perbaikan fasilitas olahraga lainnya di Sulut.
Dengan agenda besar itu, PERSMA 1960 kini diposisikan sebagai lokomotif kebangkitan olahraga daerah.
Klub menargetkan untuk menembus Liga 1 dalam tiga tahun ke depan, sebuah target yang dinilai realistis dengan dukungan pemerintah, manajemen profesional, dan partisipasi publik.
← Home
← halaman sebelumnya
Kehadiran massa yang memenuhi area stadion menunjukkan dukungan publik terhadap langkah PERSMA 1960 untuk kembali menembus kompetisi nasional, termasuk target menuju Liga 1.
Momentum launching ditandai dengan tampilnya tim PERSMA 1960 dalam laga persahabatan melawan Persija Glory.
Sorakan antusias suporter mengiringi jalannya pertandingan dan menjadi simbol dorongan masyarakat terhadap reformasi olahraga di Sulawesi Utara.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang dijuluki “Bapak Olahraga Sulut,” menjadikan acara tersebut sebagai wadah untuk menyampaikan visinya mengenai pembangunan ekosistem olahraga yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
Ia hadir bersama pengurus PERSMA 1960 untuk menunjukkan komitmen pemerintah terhadap arah baru pengelolaan olahraga daerah.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kebijakan utama yang diusungkan YSK, yaitu pemisahan total pendanaan klub dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Skema pendanaan klub akan mengandalkan sponsor dan investor swasta.
“Kita tegaskan, PERSMA harus dikelola secara profesional dan tidak boleh bergantung pada APBD.
Ini adalah komitmen kita bersama agar klub ini dapat bersaing secara sehat dan berkelanjutan di kancah nasional,” tegas YSK.
Keputusan ini ditetapkan sebagai model percontohan bagi cabang olahraga lain di Sulut agar tidak lagi bergantung pada dana publik, sehingga APBD dapat difokuskan pada pembinaan atlet dan pemerataan fasilitas dasar.
Visi tersebut kembali ditegaskan dalam jamuan makan malam di Rumah Dinas Gubernur bersama pengurus baru PERSMA 1960, pemain PERSMA All Star, dan tim Persija Glory.
Dalam suasana santai namun penuh makna itu, YSK meminta agar keberhasilan menghidupkan PERSMA 1960 dapat menjadi inspirasi bagi cabor lain.
“Semangat yang sama harus kita terapkan di cabor lain, entah itu bulutangkis, renang, atau atletik.
Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang kebangkitan olahraga Sulut secara keseluruhan,” pesan YSK.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, YSK berjanji mempercepat revitalisasi Stadion Klabat yang merupakan kandang bersejarah PERSMA.
Pembenahan infrastruktur ini diproyeksikan menjadi pemicu perbaikan fasilitas olahraga lainnya di Sulut.
Dengan agenda besar itu, PERSMA 1960 kini diposisikan sebagai lokomotif kebangkitan olahraga daerah.
Klub menargetkan untuk menembus Liga 1 dalam tiga tahun ke depan, sebuah target yang dinilai realistis dengan dukungan pemerintah, manajemen profesional, dan partisipasi publik.
