Kriminal
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Lereng Gunung Ciremai, Diduga Sudah Meninggal Beberapa Hari
31 Oct 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Lereng Gunung Ciremai, Diduga Sudah Meninggal Beberapa Hari - ABBITV
Kuningan, ABBITV.com - Penemuan mayat pria tanpa identitas di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menggegerkan warga pada Rabu (30/10/2025) sore.
Jenazah ditemukan oleh tim patroli di area dekat kawah gunung dalam kondisi sudah membusuk dan tanpa identitas diri.Kepala Humas Promosi dan Pemasaran Balai Besar TNGC, Ady Sularso, membenarkan temuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan oleh Tim Smart Patrol BTNGC yang sedang menjalankan kegiatan pemantauan rutin di jalur pendakian Linggarjati.“Teman-teman Tim Smart Patroli itu lagi patroli.
Memang ada kegiatan Smart Patrol.
Nah, saat dia mau menuju ke titik lokasi pengamatan, menemukanlah mayat,” ujar Ady saat dikonfirmasi Rabu malam.Menurut Ady, lokasi penemuan berada di ketinggian sekitar 200 meter dari kawah Gunung Ciremai, tidak jauh dari jalur pendakian Linggarjati.
Posisi jenazah cukup sulit dijangkau karena berada di medan terjal dan berbatu.
“Terletak sekitar 200 meter dari kawah, tapi dekat ke arah jalur Linggarjati pendakiannya,” jelasnya.Kondisi jasad saat ditemukan sangat memprihatinkan.
Tubuh korban sudah membusuk dan diperkirakan meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.
“Diduga si mayat itu sudah kondisinya agak memprihatinkan, ya.
Sudah banyak belatung dan sebagainya,” tambah Ady.Petugas tidak menemukan satu pun identitas pada tubuh korban.
Korban hanya mengenakan celana pendek, sementara pakaian lain ditemukan terpisah di sekitar lokasi.
Menyusul penemuan itu, pihak BTNGC langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan untuk menentukan langkah evakuasi.“Kita melakukan koordinasi dengan mitra-mitra Polsek, Polres, kemudian BPBD.
Kira-kira langkah-langkah selanjutnya mau bagaimana,” ujarnya.Karena waktu penemuan sudah menjelang malam dan medan sulit, proses evakuasi belum dapat dilakukan pada hari itu.
Tim gabungan dari BTNGC, BPBD, kepolisian, dan SAR dijadwalkan akan melaksanakan evakuasi pada Kamis (31/10/2025).BTNGC juga sedang memeriksa seluruh laporan pendakian serta melakukan koordinasi dengan pos-pos resmi untuk memastikan tidak ada pendaki yang dilaporkan hilang.
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu menaati prosedur keamanan saat memasuki kawasan taman nasional.“Prinsipnya begini, semua orang yang masuk kawasan itu harus tercatat.
Entah itu masyarakat lokal atau pendaki, pokoknya ikuti SOP saja.
Itu untuk keamanan bersama,” tegas Ady.Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui.
Proses evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh tim gabungan pada Kamis pagi.
← Home
← halaman sebelumnya
Jenazah ditemukan oleh tim patroli di area dekat kawah gunung dalam kondisi sudah membusuk dan tanpa identitas diri.Kepala Humas Promosi dan Pemasaran Balai Besar TNGC, Ady Sularso, membenarkan temuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan oleh Tim Smart Patrol BTNGC yang sedang menjalankan kegiatan pemantauan rutin di jalur pendakian Linggarjati.“Teman-teman Tim Smart Patroli itu lagi patroli.
Memang ada kegiatan Smart Patrol.
Nah, saat dia mau menuju ke titik lokasi pengamatan, menemukanlah mayat,” ujar Ady saat dikonfirmasi Rabu malam.Menurut Ady, lokasi penemuan berada di ketinggian sekitar 200 meter dari kawah Gunung Ciremai, tidak jauh dari jalur pendakian Linggarjati.
Posisi jenazah cukup sulit dijangkau karena berada di medan terjal dan berbatu.
“Terletak sekitar 200 meter dari kawah, tapi dekat ke arah jalur Linggarjati pendakiannya,” jelasnya.Kondisi jasad saat ditemukan sangat memprihatinkan.
Tubuh korban sudah membusuk dan diperkirakan meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.
“Diduga si mayat itu sudah kondisinya agak memprihatinkan, ya.
Sudah banyak belatung dan sebagainya,” tambah Ady.Petugas tidak menemukan satu pun identitas pada tubuh korban.
Korban hanya mengenakan celana pendek, sementara pakaian lain ditemukan terpisah di sekitar lokasi.
Menyusul penemuan itu, pihak BTNGC langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan untuk menentukan langkah evakuasi.“Kita melakukan koordinasi dengan mitra-mitra Polsek, Polres, kemudian BPBD.
Kira-kira langkah-langkah selanjutnya mau bagaimana,” ujarnya.Karena waktu penemuan sudah menjelang malam dan medan sulit, proses evakuasi belum dapat dilakukan pada hari itu.
Tim gabungan dari BTNGC, BPBD, kepolisian, dan SAR dijadwalkan akan melaksanakan evakuasi pada Kamis (31/10/2025).BTNGC juga sedang memeriksa seluruh laporan pendakian serta melakukan koordinasi dengan pos-pos resmi untuk memastikan tidak ada pendaki yang dilaporkan hilang.
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu menaati prosedur keamanan saat memasuki kawasan taman nasional.“Prinsipnya begini, semua orang yang masuk kawasan itu harus tercatat.
Entah itu masyarakat lokal atau pendaki, pokoknya ikuti SOP saja.
Itu untuk keamanan bersama,” tegas Ady.Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui.
Proses evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh tim gabungan pada Kamis pagi.
