Kriminal

Pemuda Utah Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Aktivis Sayap Kanan Charlie Kirk


Admin - ABBITV.com

14 Sep 2025 07:00 WIB

Pemuda Utah Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Aktivis Sayap Kanan Charlie Kirk
Dokumentasi: Pemuda Utah Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Aktivis Sayap Kanan Charlie Kirk - ABBITV
Seorang pemuda bernama Tyler Robinson (22) dari Negara Bagian Utah ditangkap aparat kepolisian atas tuduhan pembunuhan terhadap aktivis sayap kanan Amerika Serikat, Charlie Kirk.

Penangkapan berlangsung pada Kamis (11/09) malam setelah perburuan selama 33 jam berakhir berkat bujukan ayahnya agar menyerahkan diri.
Presiden Donald Trump menjadi pihak pertama yang mengumumkan penangkapan tersebut, sekaligus menyerukan agar Tyler dijatuhi hukuman mati.
Charlie Kirk tewas tertembak dalam acara debat dengan mahasiswa di Utah Valley University pada Rabu (10/09).

Insiden tersebut mengejutkan publik AS dan diyakini memperlebar perpecahan politik partisan.
Dalam konferensi pers pada Jumat (12/09), penyidik menyebut Tyler sempat mengaku kepada ayahnya bahwa ia lebih memilih bunuh diri daripada menyerahkan diri.

Sang ayah kemudian menghubungi seorang pendeta muda sekaligus petugas keamanan pengadilan yang juga teman keluarga.

Keduanya berusaha menenangkan tersangka sebelum akhirnya menghubungi Marshal AS.

Polisi kemudian menahan Tyler sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
Gubernur Utah, Spencer Cox, menjelaskan rekaman CCTV menunjukkan Tyler tiba di kampus empat jam sebelum penembakan.

Rekaman itu juga memperlihatkan pakaian yang dikenakan tersangka serupa dengan yang dipakai saat penangkapan.

Menurut Cox, seorang anggota keluarga mengungkap bahwa Tyler makin aktif mengutarakan pandangan politik belakangan ini, bahkan menyebut Kirk “penuh kebencian dan menyebarkan kebencian”.

Penyidik juga menelusuri aktivitas Tyler di aplikasi Discord.

Teman sekamarnya menunjukkan pesan yang merujuk pada permintaan mengambil senapan dari “titik pembuangan”.

Pada Kamis (11/09), FBI menemukan senapan bolt-action Mauser .30-06 terbungkus handuk di hutan dekat kampus.
Catatan publik menunjukkan Tyler tercatat sebagai pemilih independen di Utah.

Sementara ayah dan ibunya, Matthew Carl Robinson dan Amber Denise Robinson, terdaftar sebagai anggota Partai Republik.

Tyler tidak memilih dalam dua pemilihan presiden terakhir karena belum cukup umur pada 2020.

Ia tinggal di St George, Utah, sekitar 400 kilometer dari lokasi penembakan, dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa program magang kelistrikan tahun ketiga di Dixie Technical College.
Pihak berwenang menemukan selongsong peluru dengan tulisan-tulisan yang merujuk pada budaya daring dan simbol antifasis.

Beberapa selongsong memuat teks trolling seperti “notices bulges OwO what’s this?” dan “If you read this, you are gay lmao”.

Ada pula tulisan “Hey fascist! Catch!” serta lirik lagu “Bella Ciao” yang dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap Nazi Jerman.

Jaksa penuntut berencana mengajukan tuntutan resmi terhadap Tyler Robinson pada Selasa (16/09) dengan dakwaan pembunuhan berat, menghalangi proses peradilan, dan melepaskan tembakan senjata api.
Mahasiswa Utah Valley University mengaku lega atas penangkapan tersebut.

Kampus ditutup sejak penembakan terjadi pada Rabu (10/09) sore.

“Ia ditangkap di Washington County, tempat asal saya.

Saya merasa sangat malu,” kata McKinley Shinkle, mahasiswa tahun pertama.

“Saya benar-benar lega.

Saya hanya ingin tahu motifnya dan mengapa ini terjadi,” tambah Anthony, sepupu McKinley.
← Home ← halaman sebelumnya