Nasional
Prabowo Subianto Sambut Raja Abdullah II dalam Kunjungan Kenegaraan yang Tegaskan Persahabatan Indonesia–Yordania
18 Nov 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Prabowo Subianto Sambut Raja Abdullah II dalam Kunjungan Kenegaraan yang Tegaskan Persahabatan Indonesia–Yordania - ABBITV
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, di Jakarta.
Pertemuan kedua pemimpin negara ini memperlihatkan keakraban dua sahabat lama yang telah terjalin sejak puluhan tahun.
Keakraban tersebut terlihat dalam rangkaian agenda resmi, termasuk jamuan santap malam kenegaraan di Istana Negara pada Jumat malam (14/11).
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Raja Abdullah II beserta delegasi Yordania.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk menyambut kembali Yang Mulia dan delegasi terhormat Yordania di Indonesia,” ujar Prabowo melalui keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Sabtu (15/11).
Ia menegaskan Yordania merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian internasional serta dukungan terhadap Palestina.
Prabowo juga menyatakan bahwa hubungan kedua negara didasari ikatan persaudaraan yang harus terus dilestarikan.
“Anggaplah kami lebih dari sekadar mitra, kita memiliki ikatan persaudaraan dan persahabatan yang kuat.
Dan saya pikir ikatan ini harus tetap lestari di masa depan,” ucapnya.
Raja Abdullah II membalas sambutan tersebut dengan rasa terima kasih atas keramahan Indonesia.
Ia menilai Indonesia memiliki peran besar dalam komunitas muslim dunia, terutama dalam situasi global yang penuh tantangan.
“Kami selalu memandang Indonesia sebagai bagian yang sangat penting dari komunitas Muslim.
Peran Indonesia dalam urusan internasional, terutama di bawah kepemimpinan Anda, di masa-masa sulit ini sangatlah penting,” ujarnya.
Raja Abdullah II juga menekankan bahwa kedatangannya bukan hanya sebagai kepala negara, melainkan sebagai saudara yang ingin mempererat hubungan kedua bangsa.
“Inilah yang dilakukan saudara terhadap satu sama lain, dan hal ini tidak berubah,” katanya.
Pada hari berikutnya, Sabtu pagi (15/11), Prabowo mengajak Raja Abdullah II sarapan bersama di hotel tempat sang raja menginap sebelum melanjutkan kegiatan ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Setkab menyebut momen tersebut sebagai reuni singkat dua sahabat.
Pertemuan itu turut dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, dan Seskab Teddy Indra Wijaya, serta delegasi Yordania.
“Suasana pertemuan berlangsung hangat, menyerupai reuni singkat dua sahabat yang telah lama saling mengenal,” tulis Setkab.
Setelah sarapan, Prabowo dan Raja Abdullah II menaiki helikopter kepresidenan dari kawasan Monas menuju Lapangan Tembak Djamsuri AU, Halim Perdanakusuma untuk menyaksikan kolaborasi demonstrasi drone antara TNI dan Angkatan Bersenjata Yordania.
Pertunjukan diawali atraksi Pencak Silat Merpati Putih, kemudian dilanjutkan demonstrasi bela diri TNI oleh prajurit Marinir, Kopassus, dan Kodam Jaya.
Demonstrasi drone menampilkan kemampuan manuver udara, pengintaian, hingga simulasi serangan terkoordinasi.
Kolaborasi ini merupakan bagian kerja sama pertahanan kedua negara dalam pengembangan teknologi militer.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama kedua pemimpin negara dan personel gabungan yang terlibat.
Menjelang keberangkatan Raja Abdullah II dari Indonesia menuju Pakistan pada Sabtu (15/11), Prabowo mengantar langsung sang raja di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Mereka berjalan berdampingan melewati jajar kehormatan sebelum Raja Abdullah II memeluk Prabowo dan berpamitan naik pesawat.
Sejumlah pejabat turut mendampingi, termasuk Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta putra Presiden Didit Hediprasetyo dan Wagub Jakarta Rano Karno.
Pesawat kenegaraan Raja Abdullah II mendapat pengawalan jet tempur F-16 TNI AU saat meninggalkan Indonesia.
Pengawalan serupa juga diberikan saat kedatangan sang raja sehari sebelumnya, ketika pesawatnya dikawal tujuh jet tempur F-16 dan tiga jet T-50.
Pengamanan udara tersebut merupakan bentuk penghormatan Indonesia atas kunjungan Raja Yordania dan simbol kuatnya hubungan diplomatik kedua negara.
← Home
← halaman sebelumnya
Pertemuan kedua pemimpin negara ini memperlihatkan keakraban dua sahabat lama yang telah terjalin sejak puluhan tahun.
Keakraban tersebut terlihat dalam rangkaian agenda resmi, termasuk jamuan santap malam kenegaraan di Istana Negara pada Jumat malam (14/11).
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Raja Abdullah II beserta delegasi Yordania.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk menyambut kembali Yang Mulia dan delegasi terhormat Yordania di Indonesia,” ujar Prabowo melalui keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Sabtu (15/11).
Ia menegaskan Yordania merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian internasional serta dukungan terhadap Palestina.
Prabowo juga menyatakan bahwa hubungan kedua negara didasari ikatan persaudaraan yang harus terus dilestarikan.
“Anggaplah kami lebih dari sekadar mitra, kita memiliki ikatan persaudaraan dan persahabatan yang kuat.
Dan saya pikir ikatan ini harus tetap lestari di masa depan,” ucapnya.
Raja Abdullah II membalas sambutan tersebut dengan rasa terima kasih atas keramahan Indonesia.
Ia menilai Indonesia memiliki peran besar dalam komunitas muslim dunia, terutama dalam situasi global yang penuh tantangan.
“Kami selalu memandang Indonesia sebagai bagian yang sangat penting dari komunitas Muslim.
Peran Indonesia dalam urusan internasional, terutama di bawah kepemimpinan Anda, di masa-masa sulit ini sangatlah penting,” ujarnya.
Raja Abdullah II juga menekankan bahwa kedatangannya bukan hanya sebagai kepala negara, melainkan sebagai saudara yang ingin mempererat hubungan kedua bangsa.
“Inilah yang dilakukan saudara terhadap satu sama lain, dan hal ini tidak berubah,” katanya.
Pada hari berikutnya, Sabtu pagi (15/11), Prabowo mengajak Raja Abdullah II sarapan bersama di hotel tempat sang raja menginap sebelum melanjutkan kegiatan ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Setkab menyebut momen tersebut sebagai reuni singkat dua sahabat.
Pertemuan itu turut dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, dan Seskab Teddy Indra Wijaya, serta delegasi Yordania.
“Suasana pertemuan berlangsung hangat, menyerupai reuni singkat dua sahabat yang telah lama saling mengenal,” tulis Setkab.
Setelah sarapan, Prabowo dan Raja Abdullah II menaiki helikopter kepresidenan dari kawasan Monas menuju Lapangan Tembak Djamsuri AU, Halim Perdanakusuma untuk menyaksikan kolaborasi demonstrasi drone antara TNI dan Angkatan Bersenjata Yordania.
Pertunjukan diawali atraksi Pencak Silat Merpati Putih, kemudian dilanjutkan demonstrasi bela diri TNI oleh prajurit Marinir, Kopassus, dan Kodam Jaya.
Demonstrasi drone menampilkan kemampuan manuver udara, pengintaian, hingga simulasi serangan terkoordinasi.
Kolaborasi ini merupakan bagian kerja sama pertahanan kedua negara dalam pengembangan teknologi militer.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama kedua pemimpin negara dan personel gabungan yang terlibat.
Menjelang keberangkatan Raja Abdullah II dari Indonesia menuju Pakistan pada Sabtu (15/11), Prabowo mengantar langsung sang raja di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Mereka berjalan berdampingan melewati jajar kehormatan sebelum Raja Abdullah II memeluk Prabowo dan berpamitan naik pesawat.
Sejumlah pejabat turut mendampingi, termasuk Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta putra Presiden Didit Hediprasetyo dan Wagub Jakarta Rano Karno.
Pesawat kenegaraan Raja Abdullah II mendapat pengawalan jet tempur F-16 TNI AU saat meninggalkan Indonesia.
Pengawalan serupa juga diberikan saat kedatangan sang raja sehari sebelumnya, ketika pesawatnya dikawal tujuh jet tempur F-16 dan tiga jet T-50.
Pengamanan udara tersebut merupakan bentuk penghormatan Indonesia atas kunjungan Raja Yordania dan simbol kuatnya hubungan diplomatik kedua negara.
