Bisnis

Prediksi 2026 KAI alami Kritis Keuangan, Benarkah Proyek Woosh Jadi Biang Kerok?


Admin - ABBITV.com

23 Aug 2025 07:00 WIB

Prediksi 2026 KAI alami Kritis Keuangan, Benarkah Proyek Woosh Jadi Biang Kerok?
Dokumentasi: Prediksi 2026 KAI alami Kritis Keuangan, Benarkah Proyek Woosh Jadi Biang Kerok? - ABBITV
Jakarta, 23 Agustus 2025 – Utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kembali menjadi sorotan setelah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyebutnya sebagai “bom waktu” yang bisa mengancam stabilitas keuangan perseroan.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator mencatat kerugian Rp 1,6 triliun pada semester I 2025, sementara KAI menanggung beban Rp 1,424 triliun.

Sepanjang 2024, kerugian bahkan mencapai Rp 2,69 triliun, sehingga akumulasi beban yang ditanggung KAI diperkirakan lebih dari Rp 4 triliun.
Pembengkakan biaya proyek atau cost overrun juga menambah tekanan.

Total investasi yang semula diperkirakan sebesar USD 6 miliar, melonjak menjadi USD 7,27 miliar atau sekitar Rp 118,9 triliun.

Kelebihan biaya mencapai USD 1,2 miliar atau setara Rp 18,2 triliun.

Kondisi ini membuat KAI harus mencari langkah penyelamatan agar operasional perusahaan induk tidak terganggu oleh defisit dari proyek prestisius tersebut.

Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI pada 20 Agustus 2025, Bobby mengungkapkan rencana restrukturisasi utang Whoosh.

Ia menekankan bahwa KAI akan segera berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk merumuskan solusi.

“Kami yakin dalam satu minggu ke depan bisa memahami semua kendala, terutama masalah KCIC… memang ini bom waktu,” ujarnya.
Sementara itu, BPI Danantara melalui jajaran direksi, termasuk CEO Rosan Roeslani dan COO Dony Oskaria, tengah mengevaluasi strategi penyelesaian utang.

Hasil kajian tersebut akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

Langkah ini dinilai penting untuk menata ulang arus keuangan sekaligus mencegah dampak buruk lebih lanjut terhadap KAI maupun proyek kereta cepat.

Desakan juga datang dari anggota Komisi VI DPR lintas fraksi.

Mereka menilai penyelesaian utang Whoosh mendesak dilakukan agar tidak merembet pada pelayanan publik.

Bahkan, muncul usulan agar pemerintah mengambil alih proyek strategis ini demi meringankan beban KAI.

Dengan tekanan politik dan dorongan restrukturisasi, masa depan Kereta Cepat Whoosh kini berada di persimpangan antara menjadi kebanggaan nasional atau justru ancaman bagi keuangan negara.
← Home ← halaman sebelumnya