Nasional

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kenaikan Harga Pangan, Inflasi Sektor Volatile Foods Capai 6,44 Persen


Admin - ABBITV.com

04 Nov 2025 07:00 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kenaikan Harga Pangan, Inflasi Sektor Volatile Foods Capai 6,44 Persen
Dokumentasi: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kenaikan Harga Pangan, Inflasi Sektor Volatile Foods Capai 6,44 Persen - ABBITV
Jakarta, ABBITV.com — Harga sejumlah bahan pangan di berbagai daerah mengalami peningkatan signifikan sepanjang September 2025.

Inflasi pada sektor pangan bergejolak (volatile foods) tercatat mencapai 6,44 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Salah satu penyebab utama lonjakan tersebut adalah meningkatnya permintaan akibat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mempercepat pelaksanaan program MBG yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Program ini mendorong permintaan besar terhadap bahan pangan seperti telur dan ayam.

“Memang, karena ini kita mengejar makan bergizi (MBG) ‘kan.

Perlu jutaan telur, perlu jutaan ayam.

Dampaknya memang agak-agak naik,” ujar Zulhas saat ditemui dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit 2025 di JCC, Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Menurut Zulhas, kenaikan harga bahan pangan saat ini bersifat sementara.

Pemerintah memerlukan waktu untuk menstabilkan kembali harga karena peningkatan kebutuhan yang besar tidak bisa langsung diimbangi oleh pasokan.

“Karena ‘kan ayam ini tidak bisa kita paksakan menurun hari ini.

Jadi, memang perlu waktu.

Kita akan mengalami itu.

Karena memberi makan banyak sekali penerima manfaat.

Sehingga (harga) telur naik sedikit, ayam naik sedikit.

Tentu dampaknya artinya program (MBG) ini berhasil,” jelasnya.
Sebagai informasi, tingkat inflasi pada sektor pangan bergejolak yang mencapai 6,44 persen tergolong tinggi.

Angka tersebut jauh di atas target inflasi umum yang ditetapkan sebesar 2,5 persen dengan toleransi deviasi 1 persen.

Pemerintah pun terus memantau perkembangan harga pangan agar dampaknya tidak terlalu membebani masyarakat.
← Home ← halaman sebelumnya