Nasional
Warga Bojong Kulur Tuntut Kepala Desa Mundur dalam Aksi Demonstrasi di Kantor Desa
17 Sep 2025 07:00 WIB
Dokumentasi: Warga Bojong Kulur Tuntut Kepala Desa Mundur dalam Aksi Demonstrasi di Kantor Desa - ABBITV
Bogor, ABBITV.com — Ratusan warga Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa pada Senin (15/9/2025).
Mereka menuntut Kepala Desa Firman Riansyah mundur dari jabatannya setelah kebijakan baru dalam tata kelola pemerintahan desa memicu kekecewaan.
Aksi ini dipicu oleh pergantian pegawai desa serta perombakan Koordinator Desa (Kordes) dalam struktur lembaga desa.
Massa menilai kebijakan tersebut tidak transparan dan merugikan masyarakat.
“Kami minta Firman mundur jadi kades, mau mundur secara terhormat atau kami yang akan memundurkan kau,” tegas koordinator aksi, Ozi, dalam orasinya.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga membawa atribut dan spanduk berisi kecaman terhadap kepemimpinan Firman.
Mereka menilai kepala desa bersikap arogan, sewenang-wenang, serta tidak melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, hadir di tengah aksi untuk menengahi.
“Secara tata tertib Perdes itu sah, kordes kepada lembaga desa dilakukan sesuai mekanisme ada musyawarah dan memang ada yang harus diperbaiki secara psikis yang dibicarakan kembali,” ujarnya sambil diinterupsi warga.
Situasi sempat memanas dengan aksi dorong antara massa dan aparat, namun polisi, TNI, dan Satpol PP berhasil mengendalikan keadaan agar tetap kondusif.
Menanggapi tuntutan, Firman Riansyah menegaskan dirinya tidak akan mundur tanpa mekanisme resmi.
“Kalau saya mundur sekarang berarti rakyat yang otoriter bukan kepala desa yang otoriter, semua saya serahkan mekanismenya kepada Camat secara berjenjang ke Pemerintah Daerah.
Karena saya diangkat berdasarkan SK Bupati Bogor maka saya diberhentikan dengan SK Bupati Bogor.
Kalau seandainya SK bupati memerintahkan saya mundur, besok juga saya mundur,” tegas Firman.
Warga memastikan aksi protes akan terus berlanjut sampai tuntutan mereka dikabulkan.
← Home
← halaman sebelumnya
Mereka menuntut Kepala Desa Firman Riansyah mundur dari jabatannya setelah kebijakan baru dalam tata kelola pemerintahan desa memicu kekecewaan.
Aksi ini dipicu oleh pergantian pegawai desa serta perombakan Koordinator Desa (Kordes) dalam struktur lembaga desa.
Massa menilai kebijakan tersebut tidak transparan dan merugikan masyarakat.
“Kami minta Firman mundur jadi kades, mau mundur secara terhormat atau kami yang akan memundurkan kau,” tegas koordinator aksi, Ozi, dalam orasinya.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga membawa atribut dan spanduk berisi kecaman terhadap kepemimpinan Firman.
Mereka menilai kepala desa bersikap arogan, sewenang-wenang, serta tidak melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, hadir di tengah aksi untuk menengahi.
“Secara tata tertib Perdes itu sah, kordes kepada lembaga desa dilakukan sesuai mekanisme ada musyawarah dan memang ada yang harus diperbaiki secara psikis yang dibicarakan kembali,” ujarnya sambil diinterupsi warga.
Situasi sempat memanas dengan aksi dorong antara massa dan aparat, namun polisi, TNI, dan Satpol PP berhasil mengendalikan keadaan agar tetap kondusif.
Menanggapi tuntutan, Firman Riansyah menegaskan dirinya tidak akan mundur tanpa mekanisme resmi.
“Kalau saya mundur sekarang berarti rakyat yang otoriter bukan kepala desa yang otoriter, semua saya serahkan mekanismenya kepada Camat secara berjenjang ke Pemerintah Daerah.
Karena saya diangkat berdasarkan SK Bupati Bogor maka saya diberhentikan dengan SK Bupati Bogor.
Kalau seandainya SK bupati memerintahkan saya mundur, besok juga saya mundur,” tegas Firman.
Warga memastikan aksi protes akan terus berlanjut sampai tuntutan mereka dikabulkan.
