Gangguan Sistem Hantam 128 Bank Jepang, ATM dan Transfer Tak Berfungsi
08 Nov 2026 12:53 WIB
Jakarta, ABBITV.com - Gangguan sistem perbankan berskala besar melanda Jepang. Sebanyak 128 lembaga keuangan Shinkin Bank di wilayah barat dan tengah negara tersebut tidak dapat melayani transaksi nasabah akibat kerusakan perangkat komunikasi pada sistem perbankan bersama.
Gangguan terjadi pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Akibatnya, nasabah tidak dapat melakukan penarikan maupun penyetoran uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM), transaksi di kantor cabang, hingga layanan internet banking.
Mengutip laporan Nippon.com yang mengutip kantor berita Jiji Press, gangguan tersebut berdampak terhadap 128 dari total 236 lembaga keuangan Shinkin yang menggunakan jaringan sistem pembayaran bersama di Jepang.
Sejumlah lembaga yang terdampak di antaranya Okazaki Shinkin Bank di Prefektur Aichi, Osaka City Shinkin Bank di Osaka, serta Hiroshima Shinkin Bank di Hiroshima.
Gangguan juga menghambat transaksi pembayaran dan transfer dana antarbank. Kondisi tersebut membuat sejumlah nasabah kesulitan mengakses uang mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang nasabah mengaku kecewa karena tidak dapat menarik uang tunai ketika mendatangi ATM.
"Saya datang untuk menarik uang simpanan, tetapi diberitahu bahwa uang tidak bisa dikeluarkan karena gangguan sistem," demikian pernyataan nasabah yang dikutip TBS News Dig.
Pihak Shinkin Central Bank dan Shinkin Kyodo Center menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada sistem jaringan bersama yang menghubungkan lembaga-lembaga keuangan tersebut.
Hasil penelusuran awal menunjukkan gangguan disebabkan kerusakan perangkat komunikasi atau peralatan sistem, bukan akibat serangan siber maupun akses ilegal.
Pengelola jaringan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan yang berdampak pada aktivitas transaksi nasabah.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan masalah yang telah ditimbulkan," demikian pernyataan resmi pengelola sistem.
Tim teknis kemudian melakukan penanganan untuk memulihkan jaringan. Sejumlah layanan mulai kembali beroperasi secara bertahap pada sore hari.
Setelah dilakukan perbaikan, seluruh layanan perbankan di 128 lembaga keuangan tersebut dilaporkan kembali normal sekitar pukul 19.05 waktu Jepang pada hari yang sama.
Pemulihan mencakup transaksi di kantor cabang, layanan ATM, internet banking, serta sistem pembayaran dan transfer antarbank.
Laporan FNN Prime Online dan TBS News Dig menyebutkan bahwa gangguan berlangsung sekitar lima setengah jam sebelum seluruh sistem dinyatakan pulih.
Insiden tersebut kembali menyoroti risiko ketergantungan lembaga keuangan terhadap infrastruktur teknologi dan jaringan pembayaran bersama. Gangguan pada satu sistem terpusat dapat berdampak luas terhadap operasional puluhan hingga ratusan lembaga keuangan sekaligus.
Meski tidak ditemukan indikasi serangan siber, pengelola sistem diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur komunikasi dan keandalan jaringan guna mencegah kejadian serupa terulang.
